Komisi IV DPR RI melakukan sidak ke Pasar Kediri, Rabu (4/3). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang Idul Fitri dan Nyepi, Komisi IV DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kediri, Rabu (4/3). Tujuannya, memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok.

Sidak dipimpin anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Satgas Pangan Polda Bali dan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan. Pemantauan difokuskan pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, tepung terigu, bawang merah, serta cabai yang belakangan mengalami lonjakan harga.

Baca juga:  Jelang Nyepi, Kapolsek Gianyar Sambangi Tokoh Masyarakat

“Hasil pengecekan kami, stok bahan pokok relatif aman dan mencukupi. Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kekurangan menjelang hari raya,” ujar Adi Wiryatama di sela-sela sidak.

Ia menegaskan, pengawasan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol DPR RI agar ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus mencegah potensi lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat. Stabilitas pasokan, menurutnya, menjadi faktor utama dalam menjaga harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

Baca juga:  Oknum Polisi Ditertibkan Pecalang di Sumbersari, Polda Bali Angkat Bicara Soal Dugaan Alkohol

Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Namun, harga cabai rawit tercatat mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau berkisar Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai sebagai tren musiman menjelang hari besar keagamaan.

Secara nasional, cadangan beras pemerintah melalui Bulog dilaporkan mencapai sekitar 4 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dan Nyepi

Baca juga:  Nyepi Bersamaan dengan Malam Takbiran, Tokoh Agama Bali Terbitkan Seruan Bersama

Salah seorang pedagang, Komang Seri mengakui bahwa pasokan beras, minyak, gula, dan kebutuhan dapur lainnya masih lancar. “Stoknya ada dan distribusinya normal. Hanya cabai memang naik sejak awal bulan puasa,” katanya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN