Bupati Badung saat melakukan pelantikan Direksi Perumda yang baru. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Langkah cepat ditempuh Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung untuk memastikan harga pangan tetap stabil. Salah satunya dengan mengoptimalkan fasilitas controlled atmosphere storage (CAS) yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal.

Upaya ini sejalan dengan arahan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa yang berencana melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan fasilitas CAS. Selama ini, fasilitas tersebut dinilai belum berfungsi optimal, padahal memiliki peran penting sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah dan penyangga stok pangan.

Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung, Kompyang Gede Pasek Wedha mengakui pemanfaatan CAS masih perlu ditingkatkan. Pihaknya pun menyiapkan langkah strategis dengan memperluas fungsi penyimpanan ke berbagai komoditas pangan.

Baca juga:  Bazaar Pangan Jelang Hari Saraswati Diserbu Warga

“Ke depan CAS harus mampu menjadi pusat penyimpanan berbagai komoditas pangan. Tidak hanya cabai dan bawang, tetapi juga daging babi, daging sapi, hingga daging ayam sesuai kebutuhan daerah,” ujar Kompyang pada Minggu (14/6).

Menurut Pasek Wedha, pihaknya kini tengah memetakan potensi produksi pangan di Badung maupun daerah lain. Langkah ini dilakukan agar sistem penyimpanan berjalan lebih terencana dan profesional, sehingga mampu menjaga kesinambungan pasokan sekaligus membantu pemasaran hasil petani.

Ia menjelaskan, keberadaan CAS memungkinkan Perumda MGS berperan sebagai off taker hasil pertanian. Saat produksi melimpah, komoditas dapat diserap dan disimpan lebih dulu, sehingga tidak langsung membanjiri pasar yang berpotensi menekan harga di tingkat petani.

Baca juga:  Jelang Idul Fitri dan Nyepi, Komisi IV DPR RI Cek Stok dan Harga Pangan di Tabanan

“Yang terpenting adalah tersedia fasilitas penyimpanan. Ketika ada surplus produksi, kita bisa menyimpannya terlebih dahulu, kemudian mendistribusikannya saat kebutuhan meningkat. Ini sekaligus membantu menjaga harga tetap stabil,” katanya.

Saat ini, fasilitas CAS di wilayah Petang masih difokuskan untuk penyimpanan cabai dan bawang sesuai regulasi. Namun, Perumda MGS tengah menyiapkan konsep pengelolaan yang lebih terintegrasi melalui pola manajemen farming.

Melalui skema tersebut, kebutuhan pasar, pola produksi petani, hingga ketersediaan stok akan dipetakan secara berkelanjutan. Dengan sistem ini, kapasitas CAS diharapkan selalu terisi dan dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga:  Korban Penebasan di Sulangai Dirawat di RSD Mangusada

“Kami ingin memastikan fasilitas ini selalu terisi sesuai kebutuhan dan karakteristik produk yang disimpan. Dengan manajemen yang baik, CAS dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” tegasnya.

Optimalisasi CAS ini diharapkan Kompyang menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat sistem logistik pangan di Badung, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi saat hari besar keagamaan maupun perubahan musim. (Parwata/balipost)

BAGIKAN