
MATARAM, BALIPOST.com – Persoalan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG) di Lombok Barat (Lobar) masih menjadi atensi masyarakat. Selain, sejumlah SPPG dihentikan sementara, ada juga beberapa SPPG yang disetop sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG)-nya, karena adanya perubahan akun virtual di Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Akun virtual SPPG adalah rekening khusus yang digunakan untuk menerima dan mengelola dana operasional Program MBG dari Kas Negara. Hal ini dampak dari pergantian Kepala BKN.
Camat Gunungsari Zulkifli yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (10/6) menerangkan bahwa ada sekitar tujuh SPPG di wilayahnya yang tidak bisa salur (penyaluran MBG), karena perubahan akun.
“Selama tidak disalurkan anggarannya (oleh BGN), dia (SPPG) diminta untuk setop dulu (penyaluran MBG), tidak boleh ngutang, karena tidak ada pembayaran utang,” terangnya.
Karana anggaran ke SPPG ini dihentikan, maka penyaluran MBG pun tidak bisa dilakukan. Di satu sisi, SPPG tidak diperbolehkan untuk berutang untuk penggandaan MBG. Anggaran SPPG ini dihentikan sementara ada pergantian pimpinan BGN yang mengubah virtual akun di semua tempat, termasuk di bank-bank. “Kan pimpinan berubah jadi virtual juga diubah, tanda tangan juga,” imbuhnya.
Langkah kecamatan sendiri menyikapi hal ini, pihaknya menjaga stabilitas daerah agar jangan sampai berdampak keresahan masyarakat. Pihaknya juga meminta pada Koordiator Kecamatan untuk turun ke masing-masing dapur MBG untuk turun menjelaskan memberikan pemahaman kepada masyarakat perihal kebijakan ini.
Ia menambahkan, terkait beberapa SPPG yang dihentikan sementara, sudah dilaporkan progres perbaikan ke BGN tinggal menunggu persetujuan. Di lokasi itu ada dua SPPG yang dihentikan sementara, yakni di Desa Jatisela dan Dopang, karena belum memenuhi standar dari sisi Ipal. Pihak Satgas MBG pun sudah turun ke masing-masing SPPG untuk menindaklanjuti. (kmb/suarantb)










