Salah seorang tukang suwun (buruh angkut) menjunjung barang pelanggan di Pasar Badung, Denpasar. Pekerjaan jasa ini digeluti sejumlah kaum perempuan untuk membantu perekonomian keluarga. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jika Anda pergi ke pasar tradisional, akan berjumpa dengan tukang panggul yang menawarkan jasa membawa barang belanjaan. Di Bali, profesi ini disebut tukang suwun yang banyak dilakoni oleh ibu-ibu.

Di Denpasar, tukang suwun banyak ditemui di Pasar Badung yang menjadi pasar terbesar di Bali. Tukang suwun ini akan siaga membawa keranjang sembari menunggu atau langsung menawarkan jasanya kepada para pelanggan yang datang ke pasar.

Baca juga:  Pasar Badung akan Jadi Percontohan SOP Pedulilindungi di Pasar Rakyat

Jasa mereka terbilang tidak sedikit yang memakainya. Terlebih di Pasar Badung sebagai pasar terlengkap, cukup banyak warga yang akan membeli kebutuhan dengan jumlah banyak, sehingga tidak bisa membawanya sendirian. Tukang suwun akan menjadi penyelamat kala itu.

Tukang suwun akan turut berkeliling membantu membawa barang belanjaan pembeli. Upahanya bervariasi dan bisa dilakukan negosiasi di awal, disesuaikan dengan jumlah barang bawaan pembeli.

Menurut Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, ada sekitar 160 orang tukang suwun yang terdata di Pasar Badung. Mereka didominasi ibu-ibu yang mencari penghasilan sampingan sembari kesibukannya dalam mengurus rumah tangga. “Mereka kebanyakan ibu-ibu yang rentang umurnya mulai 25 tahun hingga 50 tahun,” ungkapnya.

Baca juga:  Bukit Asah Karangasem, Surga Tersembunyi di Bali Timur

Dari 160 orang itu, kata dia, tidak semuanya datang setiap hari. Dalam sehari, paling tidak ada sekitar 40 orang yang bekerja. “Mereka biasanya giliran, ada yang datang hanya 2 kali sehari atau 3 kali sehari, tergantung kesibukannya, karena kebanyakan ibu-ibu,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kowi ini.

Menurutnya, tukang suwun sudah ada sejak Pasar Badung berdiri. Mulai dari zaman kolonial, saat pasar mulai dibangun berlantai sekitar tahun 1984 hingga saat ini yang Pasar Badung telah dibangun megah dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. Tukang suwun ini selalu melengkapi aktivitas keramaian di Pasar Badung hingga kini. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Bupati Gede Dana Serahkan 200 Paket Sembako ke Buruh Suwun
BAGIKAN