
DENPASAR, BALIPOST.com – Diduga karena sakit, warga negara asing (WNA) asal Kanada berinisial LS (62) ditemukan meninggal di sebuah penginapan di Jalan Pulau Batanta, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Senin (23/2). Padahal Nyoman Kenti Wilawati (57) yang bertugas merawat korban datang ke TKP mengajak paranormal untuk menjalani pengobatan nonmedis.
Kapolsek Denbar, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, Selasa (24/2), mengatakan, pihaknya telah memeriksa Wilawati sebagai saksi. Awalnya, pada pukul 08.00 WITA, Wilawati datang ke kamar korban untuk mengganti pampers serta menawarkan makan dan obat. Namun, korban menolak dan Wilawati sempat menemani perempuan asal Kanada itu sekitar satu jam. Setelah itu ia pulang dan rencananya kembali pada sore harinya.
Pukul 11.00 WITA, Wilawati datang ke TKP dengan mengajak paranormal bernama Mahmi. Rencananya, korban diobati secara nonmedis. Setibanya di lokasi, mereka memanggil korban namun tidak ada respons. Selanjutnya, mereka membuka pintu kamar tersebut, lalu masuk mengecek kondisi korban dengan cara memegang tangannya.
“Tangan korban sudah dingin dan kaku. Kejadian tersebut disampaikan ke resepsionis penginapan,” tegasnya.
Resepsionis, Achmad Farid Arrahman (35) kemudian melapor ke pihak kepolisian. Setelah menerima laporan kejadian itu, personel Polsek Denbar dan Identifikasi Polresta Denpasar mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Di TKP ditemukan sejumlah barang pribadi milik korban, yaitu HP, dua buah power bank, paspor, obat-obatan, serta surat rekam medis.
Achmad menerangkan, korban diketahui datang ke penginapan dengan diantar guide-nya, Agus Gede Wedantara yang merupakan anak Wilawati. Saat itu korban digendong. Setelah registrasi, korban menempati kamar nomor 7 dengan sistem sewa harian senilai Rp280.000. Rencananya korban pindah ke hotel lain setelah pulih atau pada Senin (23/2).
“Hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ada bercak kehitaman di bagian punggung yang diduga akibat terlalu lama berbaring,” pungkas Kompol Prabawati.
Usai olah TKP, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan mobil ambulans PMI Kota Denpasar. (Kerta Negara/balipost)










