
DENPASAR, BALIPOST.com – Sanur Kauh menjadi salah satu wilayah terdampak banjir, pada Selasa (24/2). Air setinggi paha orang dewasa merendam SDN 4 Sanur sehingga mengharuskan siswa belajar dalam jaringan (daring).
Salah seorang guru di SDN 4 Sanur, Putu Febriasa Suryanata mengatakan, tingginya air di sekolah membuat siswa diarahkan belajar daring dari rumah. “Air di depan sekolah juga tinggi, jadi sulit masuk ke sekolah, apalagi untuk siswa. Jadi untuk keselamatan, sekolah membuat kebijakan belajar daring,” katanya.
Ia mengatakan di SDN 4 Sanur ada 576 siswa dari kelas I hingga kelas VI terdampak. Meski siswa diarahkan belajar dari rumah, beberapa guru tetap hadir ke sekolah untuk menyelamatkan dokumen atau buku yang tempatnya sedikit rendah.
Ia pun mengaku belum tahu sampai kapan air akan menggenangi halaman sekolah dan ruang kelas. Pasalnya hingga pagi hujan masih tetap turun disertai dengan angin yang cukup kencang.
“Kami juga tidak tahu sampai kapan niki hujannya akan berhenti. Jadi itu langkah terbaik kami untuk anak-anak sembari menunggu airnya surut,” paparnya.
Tak hanya merendam ruang kelas, banjir yang terjadi juga membuat ruang guru ikut terendam air. Febriasa menyebutkan, sebelumnya air belum pernah setinggi ini merendam sekolah. “Kejadian seperti ini memang sering, tapi ini yang paling parah sampai sepaha. Biasanya paling tinggi selutut,” ujarnya.
Ia mengatakan siswa dipulangkan lebih awal akibat banjir juga bukan yang pertama saat ini. Beberapa waktu sebelumnya siswa juga pernah dipulangkan karena banjir. (Widiastuti/balipost)









