Kadis Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto. (BP/Yud)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Dalam dua bulan, periode bulan Januari hingga Februari 2026, Dinas Kesehatan setempat mencatat total 2.885 kasus ISPA yang tersebar di 21 fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi puskesmas, rumah sakit, dan klinik.

Dari total tersebut, kelompok usia dewasa masih menjadi penyumbang terbanyak. Rinciannya, balita di bawah lima tahun tercatat sebanyak 663 kasus. Anak usia 5–9 tahun sebanyak 335 kasus, remaja usia 10–18 tahun sebanyak 377 kasus, dan kelompok dewasa usia 19–59 tahun mencapai 1.074 kasus. Sementara itu, kasus pada kelompok lansia tercatat sebanyak 436 kasus.

Baca juga:  Buleleng Alami Krisis Guru

Meski angka kasus tergolong tinggi, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis, termasuk terapi antibiotik sesuai indikasi, dan hingga kini tidak ditemukan laporan kematian akibat ISPA pada periode tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, saat dikonfirmasi Senin (23/2), membenarkan adanya peningkatan kasus ISPA dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, faktor cuaca yang tidak menentu serta perubahan iklim menjadi pemicu utama meningkatnya gangguan saluran pernapasan di masyarakat.

Ia menjelaskan, kondisi kelembaban udara yang tinggi, peralihan musim, serta meningkatnya paparan debu dan polusi dapat memperbesar resiko penularan ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Baca juga:  Lakalantas 3 Mei, Ternyata 7 Mei Dinyatakan Positif COVID-19

“Kasus ISPA yang meningkat ini memang dipicu faktor cuaca dan perubahan iklim. Namun secara umum, situasi di Buleleng masih dalam kategori terkendali,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Sucipto menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menekan angka penularan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi kepada masyarakat, kata dia, terus digencarkan melalui puskesmas dan jejaring pelayanan kesehatan.

Ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat mengalami gejala batuk dan pilek, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik.

Baca juga:  Empat Pendaftar Lelang Jabatan Kadisdikpora Lolos Administrasi

Selain itu, orang tua juga diminta lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak, terutama balita. Jika muncul gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih cepat.

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ISPA di seluruh wilayah. Upaya promotif dan preventif juga akan diperkuat guna menekan potensi lonjakan kasus, terutama jika kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung dalam beberapa bulan kedepan,”tutup Sucipto. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN