Beberapa warga menikmati kuliner di Graha Yowana Suci (GYS) Denpasar. Sekitar 28 tenant yang mengisi gedung untuk aktivitas dan bisnis anak muda. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Graha Yowana Suci (GYS) mulai ditata sejak 2023 lalu. Sebelumnya bangunan tersebut dikenal dengan Pasar Suci yang cukup lama mangkrak dan hanya berisi satu dua pedagang. Perlahan bangunan itupun dipercantik dan difokuskan bisa menjadi tempat anak muda terutama Gen Z berkumpul hingga menyalurkan kreativitas.

Hingga awal 2026 ini, keberadaan GYS pun kian dikenal. Bangunan yang dulunya sepi, kini sudah nampak dengan hingar bingar dan tawa para generasi muda.

Anggota Pokja Pengembangan Ekonomi Kreatif GYS, Agung Eko Dananjaya saat ditemui, Senin (23/2) mengaku, saat ini keberadaan tenant sudah penuh melengkapi bangunan tersebut. Total ada 28 tenant yang tersebar di lantai 1A sebanyak 9 tenant, 1B 15 tenant, dan 2A ada 4 tenant. Sementara untuk lantai 2B difokuskan untuk even terjadwal yang rutin diselenggarakan.

Baca juga:  Mata Minus Banyak Diderita Gen Z, Simak Penyebab dan Cara Mencegahnya

Menurut Eko Dananjaya, kunjungan ke GYS sudah mulai ramai. Tenant-tenant ini menawarkan beragam produk mulai dari kopi, makanan ringan, makanan berat, rujak, pakaian, hingga buku. “Pengunjung lebih ke anak muda untuk sekedar ngumpul sama temannya ataupun jadi tempat nongkrong. Selain itu banyak juga yang memanfaatkan untuk tempat makan siang,” katanya.

Selain pengunjung yang datang langsung, para tenant juga memanfaatkan pemasaran di aplikasi penjual makanan. Demikian adanya even-even yang berlangsung di GYS, diakuinya turut mendongkrak penjualan, meski tidak semua. “Tergantungnya evennya. Ada beberapa tenant yang berpengaruh dengan even yang dilaksanakan,” ujarnya.

Baca juga:  GYS Mulai Bergairah, Semua Lokasi Sudah Terisi Tenant

Even yang dilaksanakan seperti e-sport, musik termasuk launching musik. Even ada juga yang bekerjasama dengan tenant.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata mengaku, awalnya cukup sulit mengumpulkan para tenant untuk berjualan di GYS. Namun seiring berjalannya waktu dan kunjungan yang makin bertumbuh para tenant mulai berdatangan, hingga kini semua lokasi di GYS sudah terisi.

Terkait biaya tenant yang dikeluarkan tenant di GYS, Kepala Bagian USaha dan Jasa Perumda Sewakadarma Kota Denpasar Putu Eka Yudiantara Putra mengatakan, saat ini biaya sewa masih digratiskan. Tenant hanya dikenakan biaya operasional pedagang (BOP). BOP ini pun masih mendapatkan potongan sekitar 50 persen.

Baca juga:  Banyak Aktivitas Sekolah, Jadwal Pembuangan Sampah di Depo Kreneng Diubah Lagi

Adapun biaya yang dikeluarkan tenat yakni Rp40.000 per meter persegi per bulan untuk tenant yang menempati lantai 1A dan 1B. Dan Rp32.000 per meter persegi per bulan untuk tenant di lantai 2A. Luasan tempat yang digunakan tenant mulai dari 15 meter persegi atau 3 meter x 5 meter sehingga estimasi biaya bulanan yang dikeluarkan sebesar Rp600.000. Selanjutnya paling besar luasan yang ditempati tenant yakni 155,52 meter persegi atau 21,6 meter x 7,2 meter ada dilantai 2A dengan estimasi biaya sekitar Rp4,9 juta per bulan. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN