
DENPASAR, BALIPOST.com – Menyusuri hutan mangrove yang berada di wilayah Kota Denpasar menjadi agenda rutin tahunan digelar jelang hari ulang tahun (HUT) Kota Denpasar.
Termasuk tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyelenggarakan susur mangrove sembari aksi bersih-bersih pantai.
Pada kegiatan ini, diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga Sekaa Teruna-Teruni se-Kota Denpasar.
Kegiatan ini digelar di wilayah Desa Pemogan, tepatnya di kawasan mangrove Posko Kelompok Nelayan Segara Gunung Batu Lumbang, Kamis (19/2). Aksi ini difokuskan pada pembersihan sampah plastik di kawasan hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengedukasi masyarakat terutama generasi muda terhadap lingkungan.
“Kegiatan Susur Mangrove ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan habitat pantai. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini, terutama bagi para pelajar dan remaja agar mereka memahami potensi serta manfaat besar dari habitat pantai kita,” kata Mayun.
Ada pun sasaran utama dari aksi ini adalah menekan volume sampah plastik yang masuk ke kawasan hutan mangrove. Sekitar 2,5 ton sampah terkumpul pada kegiatan yang digelar pagi hari tersebut.
Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan keberlangsungan hidup biota laut dan fungsi lindung mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan.
Mayun mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi, di antaranya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Kelautan, Perda No. 6 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega, serta Peraturan Wali Kota Denpasar No. 54 Tahun 2025. (Widiastuti/balipost)










