Kegiatan vaksinasi PMK di Kabupaten Tabanan. (BP/dokumen)

SINGASANA, BALIPOST.com – Belum sepenuhnya tuntas penanganan rabies pascakasus gigitan anjing rabies di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kini berkutat pada percepatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi. Sebanyak 1.300 dosis vaksin mulai digelontorkan di kabupaten Tabanan dan petugas masing masing puskeswan sudah turun ke lapangan sejak Senin (9/2).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Gede Eka Partha Ariana mengatakan, sebelum bergerak ke vaksinasi PMK, pihaknya telah melaksanakan vaksinasi darurat rabies di Banjar Munduk Temu Kelod. Sebanyak 141 hewan penular rabies (HPR), yang didominasi anjing, sudah divaksin guna meminimalkan risiko penularan.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Kerusakan Jalan di Jembrana

“Baru banjar itu saja dulu, keburu dikejar PMK. Semua petugas puskeswan sudah bergerak dengan target pertengahan Februari ini rampung,” ujarnya.

Dari total 1.300 dosis yang diterima Tabanan, distribusi dilakukan ke tiga puskeswan. Puskeswan 1 Baturiti memperoleh 600 dosis dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Baturiti, Penebel dan Marga. Puskeswan 2 Sanggulan menerima 300 dosis untuk Kecamatan Kediri dan Kerambitan. Sedangkan Puskeswan 3 Serampingan mendapat 400 dosis mencakup Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan.

Pembagian tersebut disesuaikan dengan cakupan wilayah layanan serta populasi ternak agar pelaksanaan vaksinasi berjalan efektif dan tepat sasaran. Disinggung kendala di lapangan, ia mengakui faktor cuaca masih menjadi hambatan utama. Hujan membuat akses menuju kandang ternak di sejumlah wilayah menjadi lebih sulit sehingga memperlambat mobilitas tim vaksinasi.

Baca juga:  Pemkab Karangasem Diminta Gerak Cepat Tindaklanjuti Instruksi Gubernur Soal Larangan Alih Fungsi Lahan

Sementara itu, upaya vaksinasi PMK yang dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil cukup signifikan. Sepanjang 2025, vaksinasi PMK di Tabanan telah menjangkau 17.775 ekor sapi dari total populasi 31.007 ekor. Selain vaksinasi, pihaknya juga mengingatkan peternak agar tetap disiplin menerapkan biosecurity atau pengamanan kesehatan ternak.

Lanjut Eka, banyak hal sebenarnya yang dapat dilakukan peternak sapi untuk memutus penyebaran PMK. Sebab, PMK masuk golongan virus. Mulai dari biosecurity di kandang dengan sanitasi dan disinfektan rutin perlu dilakukan. Tak hanya itu, pembatasan lalu lintas orang yang akan masuk ke kandang dan meningkatkan daya tahan tubuh ternak dengan pemberian multivitamin yang rutin juga diharapkan terus dilaksanakan.

Baca juga:  Fitur Cari Lokasi Layanan Vaksinasi di COVID19.go.id Jangkau Wilayah di Jawa-Bali

“Vaksin penting, tetapi biosecurity di tingkat peternak juga sangat menentukan. Kalau ini dilakukan bersama-sama, risiko penularan bisa ditekan,” tegasnya.

Selain vaksinasi, tim dari Dinas Pertanian juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dan langkah pencegahan penyakit pada hewan. Upaya ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan hewan merupakan bagian dari kesehatan lingkungan dan manusia. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN