Polisi mendatangi lokasi korban tersambar petir (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Tiga pemancing disambar petir di kawasan Danau Batur, kintamani, Minggu (8/2) sore. Akibat peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga korban yakni I Wayan Rencana Yasa (37), Wayan Wirawan (34), dan Ketut Bagiada (37). Ketiganya, merupakan warga Banjar Klod, Desa Nyanglan, Klungkung.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat rombongan pemancing tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WITA. Mereka memancing di tepi danau, wilayah Banjar Tirta Husada, Desa Batur Tengah. Saat memasuki sore hari, kawasan Desa Batur Tengah dilanda hujan lebat. Petir menyambar area pemancingan dan langsung mengenai ketiga korban.

Baca juga:  Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi, Satu Tewas

Sambaran petir mengakibatkan korban I Wayan Rencana Yasa meninggal dunia di tempat. “Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Bangli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Ratwijaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Dokkes Polres Bangli, korban meninggal dunia mengalami luka bakar serius pada leher, kepala belakang, dada, serta lengan dan kaki kanan. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia akibat sambaran petir,” terangnya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Pansus TRAP Panggil Hotel Mulia hingga Tanggapan Badung Soal PKS Bangli

Sementara itu korban lainnya,Wayan Wirawan mengalami luka bakar pada tangan sebelah kanan dan Luka Bakar di Paha sampai betis sebelah kiri bagian dalam. Sedangkan korban Ketut Bagiada mengalami luka pada telapak kaki kiri saat berupaya menolong korban yang meninggal.

Jenazah korban telah dibawa menuju RSUD Klungkung guna dititip sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. “Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Jadi Mesin Ekonomi Bali, Koperasi Kunci Perkuat Kearifan Lokal

 

BAGIKAN