Tim medis merawat peserta Gerak Jalan 45 Kilometer yang mengalami kelelahan. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sejumlah peserta lomba gerak jalan 45 kilometer dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng, Minggu (9/8), mengalami kelelahan setelah menempuh rute panjang dari Celukan Bawang hingga Singaraja. Bahkan satu peserta harus dirujuk ke RSUD Buleleng akibat mengalami penurunan kesadaran.

Lomba yang diikuti 19 regu itu menempuh rute sepanjang 45 kilometer, melintasi Celukan Bawang, Seririt, Pantai Lovina, dan berakhir di depan GOR Bhuwana Patra Singaraja. Jarak yang panjang ditambah kondisi cuaca membuat stamina peserta benar-benar terkuras, terutama saat memasuki etape akhir perlombaan.

Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, sejumlah puskesmas, serta PMI Buleleng disiagakan di sepanjang jalur perlombaan. Petugas menangani sejumlah peserta yang mengeluhkan lemas, sesak napas, dan kram otot.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Picu Banjir hingga Pohon Tumbang di Jembrana

Dokter Puskesmas Buleleng III, dr. I Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa keluhan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan kelelahan fisik akibat beratnya rute yang harus ditempuh peserta. “Keluhan yang dialami sebagian besar peserta itu karena jaraknya jauh, 45 kilometer. Mereka mengalami lemas, sesak napas, dan kram otot,” ujarnya.

Menurut dr. Sudiarta, penanganan awal dilakukan dengan memeriksa saturasi oksigen menggunakan oximeter. Jika ditemukan penurunan kadar oksigen dalam darah, peserta langsung diberikan bantuan oksigen.

Untuk peserta yang mengalami kram otot, tim medis memberikan anestesi lokal berupa etil klorida dan dilanjutkan dengan pemanas lokal. Selain itu, petugas juga mengantisipasi kemungkinan penurunan kadar gula darah dengan memberikan teh manis kepada peserta yang tampak kelelahan.

Baca juga:  Diletakkan di Kardus, Bayi Baru Lahir Ditemukan di TPA Lila Hita Parikesit

Sebagian besar peserta dapat ditangani di lokasi. Namun, satu peserta mengalami kondisi lebih serius setelah menunjukkan penurunan kesadaran dan mulai tampak bingung sehingga harus dirujuk ke RSUD Buleleng. “Ada tadi penurunan kesadaran menjadi bingung, delirium kalau bahasa medisnya. Kami segera kirim dengan bantuan  tim PMI,” kata dr. Sudiarta.

Lomba gerak jalan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dan didanai melalui APBD Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Sebanyak 19 regu ambil bagian, terdiri atas 14 regu kategori pelajar dan 5 regu kategori umum.

Saat melepas peserta, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, gerak jalan 45 kilometer menjadi simbol ketahanan fisik, disiplin, dan semangat perjuangan generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

Baca juga:  Kebakaran di Lereng Gunung Agung, Titik Api Mulai Berkurang

Lebih lanjut, Sutjidra menyoroti peran penting pemuda Buleleng sebagai tulang punggung masa depan daerah. Ia mengimbau generasi muda menjadikan ketahanan fisik dan mental dalam ajang gerak jalan ini sebagai refleksi perjuangan untuk terus belajar dan berdisiplin.

“Kami mengajak seluruh pemuda untuk terus mengembangkan diri melalui proses belajar dan kedisiplinan yang dilandasi semangat Jiwa 45, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera berlandaskan kearifan lokal Tri Hita Karana,” tutur Sutjidra. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN