Perbaikan Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk ditargetkan selesai sebelum posko Nataru dan Lebaran. September ini ditargetkan pembongkaran dermaga eksisting Dermaga 2 Gilimanuk telah rampung. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengejar penyelesaian proyek penguatan infrastruktur di Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan Dermaga Ponton Ketapang. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keandalan layanan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, khususnya dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan di masa mendatang.

Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Alfian, Rabu (23/9), mengatakan, pengerjaan fisik di lapangan terus berjalan intensif. Ditargetkan, pekerjaan di Dermaga 2 Gilimanuk rampung sebelum posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimulai.

“Proses saat ini masih berlangsung di tahap pembongkaran dermaga eksisting Dermaga 2 Gilimanuk yang kami targetkan selesai akhir bulan ini. Di saat yang sama, pekerjaan fabrikasi di luar lokasi (off-site) juga sedang berproses, seperti penyiapan tiang pancang yang diestimasi tiba di lokasi akhir bulan ini, lalu dilanjutkan fabrikasi movable bridge (MB) dan sistem hidrolik. Target selesainya akhir Desember sebelum posko Nataru,” ujar Bintang.

Baca juga:  Mengaku Dianiaya, Karyawan Hotel Lapor ke Polresta

Proyek revitalisasi yang telah dimulai sejak 21 Agustus 2026 ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton. Selain itu, dermaga ponton Ketapang juga ditransformasi menjadi dermaga movable bridge permanen berkapasitas 50 ton, yang ditargetkan beroperasi penuh selambatnya menjelang Angkutan Lebaran 2027.

Pengerjaan fisik yang sedang berlangsung diakui berdampak pada penurunan kapasitas efektif pelabuhan secara sementara, terutama di tengah tingginya arus kendaraan hingga pertengahan September ini.

Baca juga:  Banyak Kios Tutup di Lantai 3 dan 4 Pasar Badung, BOP hingga Sewa Nunggak

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo sebelumnya menegaskan, perbaikan ini merupakan investasi jangka panjang guna mempercepat proses bongkar-muat logistik serta memangkas ketergantungan pada titik layanan tertentu. “Penanganan kepadatan di lintas Ketapang-Gilimanuk perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan kapasitas efektif yang tersedia. Dari sisi infrastruktur, peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dari dermaga ponton menjadi dermaga MB ditargetkan dioperasikan selambatnya pada periode angkutan Lebaran 2027,” kata Heru.

Baca juga:  Sempat Buka, Satpol PP Kembali Hentikan Aktivitas Bungee Jumping di Pantai Kelingking

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama pengerjaan konstruksi berlangsung, ASDP telah berkoordinasi dengan regulator dan pihak kepolisian guna menerapkan skema operasional terpadu. Hal ini demi mencegah penumpukan kendaraan di jalan akses menuju pelabuhan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN