Pelaksanaan Bulan Bahasa 2026 menandai suksesnya rangkaian pelestarian budaya yang selaras dengan visi pembangunan Gianyar berbasis Tri Hita Karana. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga napas kebudayaan Bali melalui pembukaan resmi Bulan Bahasa Bali Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung utama bagi pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah arus modernisasi.

Tahun ini, perhelatan tersebut menjadi sebuah konsep filosofis yang memosisikan bahasa dan sastra bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sumber kesadaran kolektif untuk menciptakan keharmonisan alam semesta dan kesucian jiwa.

Baca juga:  Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Buleleng Alami Peningkatan

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa Minggu (8/2), mengungkapkan pelaksanaan kegiatan kini lebih terukur secara administratif.

“Kami mengacu pada SE Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2025. Fokus kita bukan hanya seremonial, tetapi juga penguatan Kerangka Statistik Budaya (KSB). Ini penting agar data pelestarian budaya kita terdokumentasi dengan akurat dan berkelanjutan,” ujar Adi Parbawa.

Untuk membangkitkan gairah generasi muda, Pemkab Gianyar menggelar berbagai kompetisi bergengsi yang melibatkan perwakilan dari tujuh kecamatan. Berikut kategori lomba yang dipertandingkan yakni tingkat SD, Lomba Menulis Aksara Bali (Nyurat Aksara). Tingkat SMP, Lomba Menulis Lontar (Nyurat Lontar).

Baca juga:  Pembukaan Bulan Bahasa Bali IV, Wabup Kasta Ingatkan Penggunaan Bahasa Bali Sesuai Sastra

Tingkat SMA/SMK, Lomba Debat Berbahasa Bali, Membaca Lontar, dan Produksi Film Pendek Dokumenter. Kategori Umum & Adat, Lomba Masatua Bali (oleh krama PAKIS) serta Lomba Sambrama Wacana khusus bagi para Prajuru Adat.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi lokal. Para pemenang yang berhasil meraih juara pertama di setiap kategori akan menyandang predikat sebagai Duta Kabupaten Gianyar. Mereka akan mendapatkan pembinaan intensif sebelum bertarung membawa nama harum Gianyar di tingkat Provinsi Bali.

Baca juga:  Pertemuan Bilateral Indonesia-Belanda Sepakat Perkuat Kerja Sama Repatriasi Benda Budaya

Melalui Bulan Bahasa Bali ini, Gianyar optimis bahwa warisan adiluhung akan tetap hidup dan relevan bagi generasi Gen Z dan seterusnya, sekaligus memperkokoh posisi Gianyar sebagai pusat seni dan budaya di Pulau Dewata. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN