Kondisi alat e-parkir di Pasar Anyar yang tidak berfungsi. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Anyar, Singaraja, tidak lagi berfungsi sejak Juli 2025. Kondisi ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng kembali menerapkan sistem parkir manual guna menghindari potensi kebocoran pendapatan daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan AP, Rabu (28/1), mengatakan, kerusakan e-parkir tersebut telah terjadi sejak Juli 2025 dan hingga kini belum mendapat perbaikan. Padahal, perangkat e-parkir sebelumnya difungsikan sebagai penunjang petugas parkir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meminimalkan kebocoran pendapatan.

Baca juga:  Jelang Karya Danu Kertih, Ratusan ASN Ngayah Mareresik

Gunawan menjelaskan, pihaknya telah berulang kali melaporkan kerusakan tersebut, namun belum ada tindak lanjut perbaikan.

“Kerusakan sudah kami komunikasikan dan dilaporkan beberapa kali, namun hingga kini belum ada perbaikan. Karena itu, kami mengajukan izin untuk kembali menggunakan sistem manual agar tidak terjadi kehilangan pemasukan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kerusakan awal dipicu oleh gangguan fisik pada perangkat, seperti kabel yang digigit tikus. Meski sempat dilakukan perbaikan, sistem justru mengalami error. Selain itu, vendor penyedia alat berasal dari Jawa Barat sehingga menyulitkan koordinasi, bahkan keberadaannya kini tidak diketahui secara pasti.

Baca juga:  Atasi Banyaknya Masalah di LPD, Sistem Akuntansi Khusus Diperlukan

Adapun kerusakan yang terjadi meliputi sistem aplikasi yang tidak berfungsi, mesin pengisian saldo mengalami error, kartu e-money operator rusak, sistem pada tower dispenser mesin tidak beroperasi, palang parkir patah, serta CCTV pada gate masuk dan keluar yang tidak dapat difungsikan.

“Pelayanan parkir tetap berjalan normal dan pendapatan daerah tetap terjaga. Untuk sementara, e-parkir tidak dioperasikan karena kondisi alat sudah tidak memungkinkan,” tegasnya.

Baca juga:  Made Mudiana Juara Turnamen Boling

Dari sisi pendapatan, Gunawan menyebutkan potensi parkir saat menggunakan sistem e-parkir mencapai sekitar Rp1,1 juta per hari. Sementara dengan sistem manual, pendapatan parkir berkisar antara Rp965 ribu hingga Rp1 juta per hari. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN