Salah satu kegiatan proses belajar mengajar di SD Negeri di Tabanan.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Jumlah guru aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun di Kabupaten Tabanan cukup tinggi. Sepanjang periode terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Februari 2025 hingga 1 Januari 2026, sebanyak 213 guru dan kepala sekolah pensiun.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan mencatat, pensiun terbanyak terjadi di jenjang sekolah dasar (SD) yakni 109 orang. Disusul jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 80 orang, taman kanak-kanak (TK) 23 orang, serta satu orang dari satuan pendidikan nonformal (SPNF).

Baca juga:  APBN ke Bali 2025 Alami Penurunan, Dari Rp23,6 T Jadi Rp22,92 T

Untuk menutup kekosongan tenaga pendidik tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pengisian secara bertahap. Hingga kini, kebutuhan guru di sekolah telah diperkuat dengan penempatan PPPK Paruh Waktu Guru sebanyak 174 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, mengatakan pengisian guru yang pensiun terus diupayakan setiap tahun. Usulan kebutuhan guru diajukan melalui pemerintah daerah dan BKPSDM, serta ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca juga:  Strategi Cerdas Gubernur Koster Jaga Stabilitas Ekonomi Bali

“Selama ini kebutuhan guru dipenuhi bertahap. Dalam lima tahun terakhir, formasi guru selalu ada dalam setiap rekrutmen PPPK,” ujarnya, Senin (12/1).

Ia menambahkan, pensiunan guru dengan jumlah banyak juga akan dihadapi di tahun 2026. Berdasarkan perkiraan, sebanyak 197 guru kembali memasuki masa pensiun. Rinciannya, 104 guru SD, 79 guru SMP, dan 14 guru TK.

Menurut Darma Utama, dukungan Bupati Sanjaya sangat kuat dalam pemenuhan tenaga pendidik. Hal ini terlihat dari kebijakan rekrutmen ASN yang selalu menyediakan formasi guru. “Setiap kebijakan rekrutmen ASN, formasi guru selalu mendapat perhatian,” katanya.

Baca juga:  OOC, Komitmen Lestarikan Lingkungan Laut

Dengan langkah tersebut, diharapkan layanan pendidikan tetap berjalan baik meski banyak guru yang memasuki masa pensiun. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN