
DENPASAR, BALIPOST.com – Pembayaran atau pencairan dana makan bergizi gratis (MBG) sempat juga tersendat di Bali. Hal tersebut terjadi lantaran persoalan teknis dan administrasi yang mengalami keterlambatan. Di sisi lain, daerah termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar yang tahun sebelumnya sempat menganggarkan dana untuk MBG tidak lagi menganggarkan pada tahun ini.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali, Risca Christina G.W., S.H saat diwawancarai, Selasa (6/1/2026) mengakui keterlambatan pencairan dana MBG tersebut pernah terjadi di Bali. Hal tersebut lantaran adanya kendala teknis dan administrasi.
Terhadap keterlambatan tersebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersangkutan sempat menghentikan pelayanan sementara dan pelayanan kembali normal saat pencairan dana sudah dilakukan. “Sempat terjadi (tersedatnya pencairan). Biasanya itu terkendala teknis dan administrasi,” katanya.
Disisi lain, Pemkot Denpasar memastikan tidak lagi menganggarkan porgram MBG pada APBD tahun ini. Keputusan tersebut diambil lantaran belum adanya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, A.A. Gde Wiratama mengatakan, tahun 2025 lalu Pemkot Denpasar mengalokasi dana daerah sebesar Rp10 miliar untuk MBG. Dana tersebut akhirnya dikembalikan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
Meski tidak lagi menganggarkan MBG, pelaksanaan program di Denpasar disebut sudah menjangkau hampir seluruh kecamatan. Saat ini, baru tersedia 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada 2026 mendatang, Pemkot Denpasar merencanakan penambahan dua dapur MBG baru di kawasan Cargo dan Ubung.
Disdikpora Denpasar mencatat, dari total 254 SD (166 di antaranya negeri), 292 TK (3 TK negeri), dan 84 SMP (17 SMP negeri), baru 89 sekolah yang menerima layanan MBG. Rinciannya, sebanyak 18 PAUD/TK, 54 SD, dan 17 SMP telah mendapatkan program MBG.
Secara wilayah, penerima MBG di Denpasar Selatan meliputi 3 TK/PAUD dengan 265 siswa, 21 SD dengan 8.303 siswa, serta 5 SMP dengan 2.528 siswa. Di Denpasar Barat, MBG diterima oleh 8 SD dengan 3.850 siswa dan 5 SMP dengan 5.098 siswa, sementara belum ada TK/PAUD yang terlayani.
Di Denpasar Utara, MBG menjangkau 1 TK/PAUD dengan 145 siswa, 4 SD dengan 1.355 siswa, serta 1 SMP dengan 396 siswa. Sementara di Denpasar Timur, program ini diterima oleh 14 TK/PAUD dengan 1.412 siswa, 21 SD dengan 8.303 siswa, dan 27 SMP dengan 7.400 siswa.
Untuk pelaksanaan MBG secara menyeluruh, Denpasar diperkirakan membutuhkan minimal 25 hingga 30 dapur SPPG. Pemkot Denpasar menegaskan tetap mendukung program MBG, namun menunggu kesiapan sarana dan kepastian regulasi agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran. (Widi Astuti/balipost)










