Bangunan lama Wantilan rest area Yeh Leh, Desa Pengeragoan yang mengalami kerusakan di atap. Pihak pengelola Desa Adat Pengeragoan Dangin Tukad mengatensi kondisi tersebut dan direncanakan melakukan perbaikan secara bertahap. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Rest area Yeh Leh di perbatasan Jembrana-Tabanan, desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan sejak beberapa tahun ini dilakukan penataan landscape yang lebih asri. Namun beberapa bangunan yang sudah lama masih belum tersentuh perbaikan. Seperti di gedung Wantilan, kios pedagang kecil hingga toilet. Kondisi wantilan yang berada di pinggir pantai mengalami kerusakan di bagian atap.

Hampir seluruh bagian atap di wantilan terlihat bocor. Begitu halnya dengan toilet yang kurang representatif untuk pengunjung. Rest area yang dikelola Desa Adat Pengeragoan Dangin Tukad ini belakangan cukup ramai dikunjungi para penyintas yang beristirahat.

Baca juga:  Rekanan Agar Kebut Pengerjaan Rest Area Goa Lawah

Bendesa Pengeragoan Dangin Tukad, Made Sugiarta, Senin (5/1), membenarkan kondisi sejumlah bangunan yang kurang layak tersebut. Selain Wantilan yang bocor, juga toilet dan bangunan kios pedagang yang kondisinya perlu perbaikan. Namun hal tersebut menjadi atensi Desa Adat untuk secara bertahap menata wajah perbatasan khususnya di rest area Yeh Leh.

“Secara bertahap kita lakukan penataan secara mandiri, termasuk landscape dan tempat sampah akan kita tambah sehingga pengunjung merasa nyaman,” katanya.

Baca juga:  Peracik Miras Berbagai Merek Diadili, Diedarkan Gunakan Cukai Palsu

Desa Adat berinisiatif untuk memperbaiki bangunan yang rusak tersebut secara bertahap. Sejak awal pengelolaan dilakukan penataan dan pengelolaan termasuk memberdayakan warga lokal untuk berjualan.

“Sampah dari pengunjung maupun kiriman dari laut di pantai yang masih menjadi kendala, tetapi secara rutin kami lakukan gotong royong,” terangnya.

Dari punia pedagang tiap hari serta parkir, dapat digunakan untuk menjaga kebersihan serta perawatan landscape.

Baca juga:  Nataru dan Denfes 2018, Denpasar Siapkan "Rest Area"

Selain perbaikan bangunan yang dilakukan bertahap secara mandiri, Desa Adat akan menambah tempat sampah. Kawasan perbatasan antar Kabupaten dengan pemandangan pantai ini menjadi tempat yang strategis bagi penyintas yang melakukan perjalanan Denpasar-Gilimanuk terutama pada pagi hingga sore hari. Termasuk menjamurnya pedagang-pedagang di sepanjang pinggir pantai di Pengeragoan. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN