Arsip foto - PT Sarana Bali Dwipa Jaya menampilkan maket situasi di Bali Urban Subway ketika rampung di Badung, Bali, Rabu (4/9/2024). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis (1/1) sempat menyampaikan ke Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengenai kelanjutan pengembangan kereta bawah tanah atau subway sebagai upaya menangani masalah kemacetan di wilayah padat wisatawan.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi yang sudah sempat dimulai 2024 itu kembali dimulai April 2026 sebagai salah satu program prioritas tahun ini.

Terkait hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Bali saat ini menunggu kepastian investor yang akan menjadi mitra baru dalam pembangunan moda transportasi berbasis rel atau kereta bawah tanah “Bali Subway”.

Baca juga:  Wakapolda dan Sejumlah Perwira Menengah Polda Bali Dimutasi

“Pengembangan subway ditugaskan kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya atau SBDJ yang merupakan cucu perusahaan daerah PT Jamkrida Bali Mandara untuk mencari mitra investor dalam pengembangan dan pendanaannya. Saat ini masih tahap SBDJ menjajaki investor potensial yang akan diajak bekerja sama,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta, Jumat (2/1) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Kadishub menegaskan bahwa ketika cucu usaha dari badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Bali itu sudah menetapkan mitra investor barunya, maka pekerjaan baru dapat berjalan.

Baca juga:  Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Ubah Kain Perca Hingga Fashion Premium

Sementara itu, Dishub Bali akan berperan pada evaluasi rencana trase yang akan dilalui.

Jika berkaca dari rencana pembangunan awal saat 2024, maka ada empat fase dalam pembangunan kereta, yaitu pertama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai terhubung ke Sentral Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi.

Fase kedua dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua; fase ketiga dari Sentral Parkir Kuta ke Sesetan, Renon, dan Sanur; fase keempat dari Renon ke Sukawati dan Ubud.

Baca juga:  Polsek Ubud Gencarkan Sidak Duktang dan Patroli Dialogis untuk Jaga Kamtibmas

“Peran Dishub Bali terkait evaluasi usulan trayek kereta api kalau nanti, secara umum saya yakini trase masih menghubungkan bandara-Kuta-Canggu, karena merupakan daerah yang padat, namun detilnya menunggu usulan SBDJ dan mitra investor sesuai hasil kajian,” ujar Mudarta. (kmb/balipost)

BAGIKAN