Lokasi gempabumi yang mengguncang Kuta pada Selasa (27/2) bertepatan dengan Imlek 2577. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wilayah Kuta diguncang gempabumi tektonik pada Selasa (17/2), saat warga Tionghoa merayakan Imlek 2577 Kongzili. Gempabumi terjadi pada pukul 03.23 WITA.

Menurut Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,3.

Episenter terletak pada koordinat 9,32° LS; 114,71° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 km Barat Daya Kuta Selatan, Badung, pada kedalaman 37 km.

Baca juga:  Pansus HPL Gilimanuk Konsul ke Kemendagri

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” katanya dalam keterangan tertulis.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta dan Kuta Selatan II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) .

Baca juga:  Dinyatakan Bersalah, Ketua LPD Pacung Divonis 1 Tahun

Ia mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. (kmb/balipost)

BAGIKAN