
NEGARA, BALIPOST.com – Proses lelang jabatan empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Jembrana telah menelurkan kandidat terpilih. Dari tiga besar nama hasil akhir seleksi terbuka pengisian empat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dipastikan peringkat pertama yang terpilih. Pelantikan dipastikan dilakukan pada awal tahun 2026 ini sekaligus mulai diterapkannya OPD yang dilakukan penggabungan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, Kamis (1/1) mengatakan, seleksi sudah pada akhir dan telah dipilih oleh Kepala Daerah sesuai pengumuman yang dikeluarkan Panitia Seleksi JPT menjelang pergantian tahun 2025. “Mungkin besok (Jumat-red) atau secepatnya akan dilakukan pelantikan, karena juga sekaligus penerapan penggabungan OPD yang telah ditetapkan Perda SOTK,” kata Budiasa.
Penggabungan OPD ini terjadi di beberapa Dinas. Sedikitnya ada 4 OPD/Dinas yang digabung atau dirampingkan menjadi 2 OPD/Dinas, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial menjadi Dinas Kesehatan dan Sosial, kemudian Dinas PPPA-PPK dan Dinas PMD menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Selanjutnya Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan dilebur ke dalam 2 dinas. Bidang di Dinas tersebut masuk ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan serta Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan. Kemudian salah satu bidang di Dinas PUPR-PKP, yakni Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman bergabung di Dinas Lingkungan Hidup menjadi Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sehingga total terdapat pengurangan jumlah dinas dari 16 dinas menjadi 13 dinas.
Sementara itu, berdasarkan Pengumuman nomor 50/XII/Pansel JPT/2025, terpilih 4 orang yang semuanya menduduki nilai peringkat pertama dari tiga besar. Di antaranya, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi terpilih Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Ida Bagus Ketut Budi Arnaya menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), I Gede Gus Diendi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta I Gusti Made Wijaya terpilih sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Keempatnya posisi nilainya paling tinggi di masing-masing JPT yang diajukan ke Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
Budiasa menambahkan untuk Kepala OPD lainnya yang saat ini masih belum terisi menurutnya akan ditentukan setelah peresmian penggabungan OPD. “Untuk OPD yang lain, belum kita membentuk pansel lagi. Nanti kita lihat tahun ini, awal tahun ini fokusnya pelantikan dan peresmian penggabungan OPD,” tambahnya. (surya dharma/balipost)










