Dialog Kebangsaan yang menghadirkan jajaran pucuk pimpinan Kabupaten Gianyar, mulai dari Bupati, Ketua DPRD, hingga Sekretaris Daerah (Sekda) bertempat di Wantilan Desa Adat Suwat.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Desa Adat Suwat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga harmoni antara lembaga adat dan pemerintah daerah, Kamis (1/1) bertempat di Wantilan Desa Adat Suwat. Dialog Kebangsaan yang menghadirkan jajaran pucuk pimpinan Kabupaten Gianyar, mulai dari Bupati, Ketua DPRD, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).

Acara yang dipandu langsung oleh Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya, ST, ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dialog ini menjadi ruang strategis untuk menyinkronkan visi pembangunan daerah dengan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.

Ngakan Putu Sudibya menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang silaturahmi dan konsolidasi para tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut para bendesa adat dari wilayah pendamping seperti Mulung, Bunyuh, Sumita, Purnadesa, serta jajaran prajuru, Jero Mangku, hingga Kelian.

Baca juga:  Jelang Nataru, Badung Pastikan Pasokan Pangan dan LPG Aman

“Semua kemajuan yang kita lihat di Suwat hari ini adalah buah dari kebersamaan. Tanpa gotong royong dan kesadaran masyarakat untuk ngayah, mustahil kita bisa sampai di titik ini,” ujar Sudibya.

Pihak Desa Adat Suwat secara khusus mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Gianyar. Beberapa poin penting yang disoroti meliputi pembangunan Infrastruktur: Perbaikan jalan desa dan pembangunan drainase/gorong-gorong yang efektif mengatasi masalah banjir tahunan.
Apresiasi atas peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar yang mencapai titik tertinggi, yang berdampak pada pemerataan pembangunan.

Baca juga:  Pangdam Tegaskan Perkuat Sinergi dengan Polri

“Jalan sudah bagus, gorong-gorong sudah siap. Sekarang tugas kami di desa adalah mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Bendesa Suwat.

Desa Adat Suwat kini menjadi salah satu desa yang progresif dalam membangun kemandirian ekonomi melalui sektor pariwisata, seperti Suwat Waterfall dan Siwa Melange. Selain itu, dilaporkan pula keberhasilan Festival Air Suwat yang telah konsisten berjalan selama 10 tahun. Rahasia eksistensinya terletak pada prinsip kesederhanaan sehingga tidak membebani masyarakat, namun tetap memiliki daya tarik wisata yang kuat. Hingga saat ini, pembangunan fisik di Desa Adat Suwat dilaporkan telah mencapai 95%. Beberapa fasilitas yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir meliputi bale kulkul dan wantilan.

Baca juga:  Pencarian Nelayan Hilang Dihentikan

Pihak desa berharap dukungan pemerintah terus mengalir, termasuk peluang pengajuan proposal untuk tahun anggaran 2027 guna menuntaskan seluruh fasilitas umum desa.

“Kami menyadari Bupati melayani seluruh Gianyar, bukan hanya Suwat. Namun, dengan sinergi yang tulus, kami yakin pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung desa adat yang mandiri,” pungkas Sudibya.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN