Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dua korban luka bakar kembali dilaporkan meninggal akibat peristiwa kebakaran di gudang elpiji, Jalan Cargo Taman I, Denpasar Utara. Korban tewas dari tragedi itu hingga Kamis (13/6) mencapai 7 orang.

Korban keenam adalah Katiran (62). Sedangkan korban ketujuh adalah Yoga Wahyu Pratama (24).

Selain dua korban ini, korban jiwa lainnya adalah Purwanto, Petrus Jewarut, Robiaprianus Amput, Yudis Aldiyanto dan Edi Herwanto.

Dari informasi yang dihimpun, Katiran meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Wangaya Denpasar. Pria itu meninggal pada 12 Juni 2024 pukul 06.16 WITA.

Baca juga:  Polisi Selidiki Ibu Kandung Bayi Dalam Kardus

Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Wangaya, I Wayan Edi Wirawan membenarkan meninggalnya Katiran di RSUD Wangaya.

Menurut Edi Wirawan, korban mengalami luka bakar derajat dua atau sekitar 57 persen.

Luka bakar berada di bagian wajah, leher, tangan kanan, dan tangan kiri. “Jadi luka bakarnya itu mengenai jalan nafas. Pasien itu kami rawat dan mengalami kebakaran 57 persen. Karena dirujuk ke Wangaya, maka kami tangani sesuai kemampuan di RSUD Wangaya,” katanya.

Baca juga:  Semester I Tahun Ini, Regulasi "Fintech" Ditarget Rampung

Menurut Edi, seharusnya Katiran dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah karena mengalami luka bakar di atas 50 persen. Namun, dikarenakan ruang penanganan khusus luka bakar penuh, maka pihaknya melakukan perawatan di RSUD Wangaya.

“Kami sudah berusaha rujuk, tapi di RSUP Prof Ngoerah penuh, maka kami tetap rawat di ruang ICU,” jelasnya.

Diketahui, Katiran dievakuasi ke RSUD Wangaya, Denpasar pada Minggu 9 Juni 2024. Ia merupakan lelaki kelahiran Banyuwangi, 5 Juli 1962, asal Desa Tembokrejo Muncar, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur.

Baca juga:  Dari Dukung Bali "Open Border" hingga Relokasi Pedagang Pelataran Pasar Blahbatuh

Di Denpasar ia tinggal di kos-kosan Jalan Pidada, Denpasar. Korban dimakamkan di kampung halamannya di Tembok Rejo, Muncar, Banyuwangi.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Ngoerah, dr.Affan Prigambodo Permana, Sp.BS (K), mengakui ada tambahan korban meninggal di RSUP Prof. Ngoerah. Korban meninggal bernama Yoga Wahyu Pratama pada Rabu (12/6) pukul 17.20 WITA. Almarhum merupakan rujukan dari RS Surya Husadha Ubung. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN