Universitas PGRI Mahadewa Indonesian (UPMI) Bali termasuk kampus yang rutin menggelar kegiatan Bulan Bung Karno. Agendanya melibatkan kaum milenial Bali seperti lomba karya tulis, dan cerdas cermat. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Universitas PGRI Mahadewa Indonesian (UPMI) Bali termasuk kampus yang rutin menggelar kegiatan Bulan Bung Karno. Agendanya melibatkan kaum milenial Bali seperti lomba karya tulis, dan cerdas cermat.

Tahun ini dibuat istimewa karena mengundang tokoh Bali yang istimewa juga yakni Gubernur Bali 2018-2023, Dr. Wayan Koster, M.M. Mahasiswa dan dosen sangat antusias mengikuti kuliah umun Wayan Koster, M.M., tentang “Gen-Z Penerus Masa Depan Bali. Membangun Peradaban Masa Depan Bali’’, Jumat (31/5).

Saat itu Wayan Koster menunjukkan komitmennya terhadap nasib guru Bahasa Daerah Bali dan Prodi Bahasa Bali. Termasuk membantu perkembangan pengembangan institusi.

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. I. Made Suarta, M. Hum., memuji Wayan Koster  konsisten berjuang untuk budaya Bali. Koster juga menghargai pelaku seni budaya Bali. Bahkan Koster tiga kali ke IKIP PGRI Bali untuk menampilkan arja muani di Gedung Kesenian Jakarta berkolaborasi dengan Srimulat.

Di era kepemimpinan sebelum dan sesudah menjadi Gubernur, Koster banyak berjasa dengan budaya Bali. Melahirkan UU Guru dan Dosen dan membumikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dia berharap jika memimpin Bali lagi dia berpesan tiga hal yakni  menyelamatkan Prodi Bahasa Bali dan SDM Bali, pengangkatan guru kontrak bahasa Bali, dan guru bahasa Bali mendapatkan sertifikasi sama dengan guru lainnya.

Baca juga:  Atasi Masalah Sampah, Ini Permintaan Gubernur ke PKK

Saat itu Koster dengan simpatik akan membantu UPMI Bali untuk menyelamatkan bahasa, manusia dan budaya Bali. Dia berjanji memberikan insentif  yang mencakup mahasiswa, lembaga dan lulusan Prodi Bahasa Bali dan prodi langka lainnya seperti Seni Rupa.

Dia akan mengangkat penyuluh budaya di tiap desa adat. Jika tiap desa adat diangkat dua tenaga penyuluh budaya akan ada sekitar 3.000 SDM lulusan UPMI Bali diserap di masyarakat. Program ini dikolaborasikan dengan ISI Denpasar. Mereka akan diangkat jadi tenaga kontrak provinsi dan diusulkan jadi PPPK.

Kedua, Koster berjuang ke Dirjen agar guru Bahasa Bali juga dapat  PPG seperti guru lainnya. Dengan cara itu ditambah UU Guru, minat anak muda menjadi guru akan meningkat karena kesejahteraan guru makin bagus. Termasuk membantu insentif pembangunan pengembangan UPMI.

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., juga sepakat Koster jika menjadi gubernur Bali memperjuangkan Prodi Bahasa Bali yang makin minim peminat. Yayasan sudah menyiapkan beasiswa bebas SPP selama 4 tahun bagi mahasiswa  Prodi Bahasa Bali Prodi Sejarah, Biologi dan Seni Rupa. Ini karena UPMI Bali serius mengamankan amanah IB Mantra bahwa ada atau tidak mahasiswa, Prodi Bahasa Bali tidak boleh ditutup. Makanya dia berterimakasih Koster berbuat untuk penyelamatan bahasa Bali.

Baca juga:  Kebijakan Prioritas Transportasi Hijau Gubernur Koster Dapat Dukungan dari MCC AS

Peduli dengan Guru

Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster juga ikhlas mengorbankan waktunya untuk berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen soal nasib Bali masa depan. Dia mengaku senang bertemu dengan sivitas akademika UPMI Bali. Dia peduli dengan guru dan dosen karena saat kuliah di ITB dia mandiri kuliah sambil kerja. Ketika tiga periode di DPR RI yang dibuat pertama Koster adalah UU Guru dan Dosen.

Dia berkepentingan agar Generasi Z Bali jadi subjek bahkan pemain  pembangunan Bali masa depan. Dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun disusun Koster berbasiskan kearifan lokal Bali. Dengan demikian  Bali tak semakin kecil, penduduknya tidak terus berkurang  seperti saat ini dan alam Bali lestari. Bahkan dia menghantarkan Bali, satu-satunya provinsi yang menggelar Bulan Bahasa Bali, PKB dan Bulan Bung Karno.

Rektor I Made Suarta mengapresiasi komitmen Wayan Koster dalam menyelamatkan bahasa Bali dan anak muda Bali untuk mencintai bahasa dan budayanya. Sebab UPMI Bali adalah kampus masyarakat Bali harus dibangun bersama. UPMI Bali memiliki keunggulan dalam seni tradisi Bali, olahraga dan bidang IT.

Baca juga:  Belanja Negara 2024 untuk Bali Sebesar Rp 23 Triliun

Prestasi mahasiswa di tingkat nasional hingga internasional seperti PON dan Sea Games. UPMI Bali memiliki 13 prodi dan delapan PPG dalam jabatan dan prajabatan. Dengan tiga kebijakan Koster dia yakin Prodi Bahasa Bali dan prodi lainnya menjadi rebutan mayarakat Bali.

Rektor juga memuji Koster telah menyusun pembangunan masa depan Bali berlandaskan pada Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang berhasil diperjuangkannya di Pemerintah Pusat dan berpedoman pada Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125. Tujuannya, untuk memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali, mengendalikan alih fungsi lahan produktif dan sawah, mewujudkan kedaulatan pangan, Bali mandiri energi dengan energi bersih. Terus mencetak SDM Bali unggul, meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan mengembangkan transformasi ekonomi Bali.

Pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Di antaranya, Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (dalam proses); Shorcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Sanur-Denpasar; Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida; Pelabuhan Bias Munjul-Nusa Ceningan; sampai Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi (dalam proses). (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *