PAIKETAN Keluarga Besar Carnival Cruise Line (PKBCCL) merayakan HUT ke-6 dan grand reunion pada Sabtu (1/6) di Istana Taman Jepun. Perayaan puncak HUT diisi dengan potong kue dan pelepasan burung kukur, titiran dan perit. Pelepasan burung dilakukan sesuai dengan tema yang diusung pada HUT kali ini yaitu kebebasan dan kedamaian agar para anggota dapat mencapai kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dan aspirasi.

Sebelumnya telah dilaksanakan rangkaian acara seperti edukasi ke masyarakat termasuk anggota terkait penanganan sampah keluarga dengan pembuatan biopori. Dilanjutkan dengan penuangan enzim ke Danau Batur, Danau Beratan, Sungai Korea, dan Istana Taman Jepun.

Baca juga:  Jelang Pilkel Serentak, Kapolsek Gianyar Gelar Patroli Kamtibmas

Pada kegiata itu Ketua Umum PKBCCL Rai Suarta Waisnawa mengajak para anggota yang terdiri dari mantan pekerja di kapal pesiar baik yang masih aktif maupun tidak aktif untuk tetap peduli kepada lingkungan, masyarakat dan pemerintah karena anggota PKBCCL juga merupakan bagian dari masyarakat.

Mengingat PKBCCL merupakan organisasi yang bersifat sosial dan religius maka ia mengajak anggota untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Diantaranya, dari sisi sosial dengan membantu masyarakat kurang mampu dan dari sisi religius melakukan persembahyangan atau tirta yatra sekaligus bersih bersih di lingkungan pura serta mapunia.

Baca juga:  PLN Pastikan Listrik Aman Pasca Gempa M5,8 di Bali

Ia berharap dengan perayaan HUT ke-6 ini PKBCCL dapat terus berkontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat Bali setelah sekian lama berjuang di lut negeri sebagai pejuang devisa. “Anggota yang aktif dan tidak aktif harus berkontribusi pada masyarakat karena jauh dari keluarga, masyarakat maka nantinya tidak boleh cuek terhadap lingkungan, tetap harus ada kontribusi karena anggota juga bagian dari masyarakat,” ujar Rai yang juga berprofesi sebagai lawyer ini.

Baca juga:  Kelurahan Kesiman Gelar Sidak Disiplin Prokes

Para anggota yang masih aktif bekerja juga diharapkan terus meningkatkan kualitas dan kredibilitas. “Jadi penyerapan tenaga kerja juga harus mengedepankan mutu,” ujarnya.

Dengan mampu menjaga citra pekerja kapal pesiar sebagai pejuang devisa maka diharapkan masyarakat dan pemerintah juga memiliki kebanggaan. (Adv/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *