Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rektor universitas swasta di Bali kompak menginginkan Dr. Ir. Wayan Koster, MM., kembali memimpin Bali sebagai Gubernur Bali periode kedua untuk masa jabatan 2024-2029. Keinginan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) ini terungkap saat Wayan Koster berkesempatan menjadi narasumber kuliah umum diberbagai PTS di Bali.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., mengatakan bahwa Wayan Koster baru dilantik sebagai Gubernur Bali periode pertama (2018-2023) langsung tancap gas menguatkan adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Karena itu, visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” ini harus terus dapat dilanjutkan.

Apalagi, Damriyasa menilai dalam upaya menjaga peradaban Bali, secara nyata telah mulai dilakukan oleh Wayan Koster yang ditandai dengan keluarnya kebijakan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali sebagai bagian dari strategi besar melakukan Transformasi Ekonomi Bali dan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru.

Baca juga:  Desa Penghasil Arak dan Sektor Pariwisata Dukung Hari Arak Bali

Dikatakan, selama kepemimpinannya menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster tidak mengenal lelah untuk berbuat baik untuk Bali. Berbagai tantangan dihadapi. Terutama, pada saat menghadapi pandemi Covid-19 yang menyebabkan terpuruknya sektor ekonomi Bali yang kala itu bertumpu pada pariwisata.

Pada kondisi tersebut, Wayan Koster menyusun program-program untuk menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang dituangkan dalam satu buku. Yaitu, Ekonomi Kerthi Bali. Buku ini dijadikan pedoman oleh Bappenas dalam menyusun peta jalan transformasi ekonomi Bali.

Selain itu, lanjut Prof. Damriyasa bahwa untuk menjaga pembangunan Bali masa depan Wayan Koster juga telah menerbitkan sebuah kebijakan berupa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125. Dimana, Perda ini diharapkan mampu membangun masa depan Bali dengan memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali untuk membangun peradaban masa depan Bali.

Tidak hanya itu, Wayan Koster juga sangat konsen dalam dunia pendidikan. Saat menjadi anggota Komisi X DPR RI, ia banyak membuat kebijakan terkait perguruan tinggi, sertifikasi guru dan dosen yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hingga Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi.

Baca juga:  Tradisi Tektekan Desa Adat Kediri Netralisir “Wewidangan” Desa

Bali yang memiliki peradaban kuat, juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unhi Denpasar, Kol. (Purn). Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil. Ia berharap Bali dipimpin oleh sosok yang tangguh dan berani, mampu mendengarkan suara alam serta ‘seken – seken’ (serius) membangun Bali.

Untuk itu, Dewa Ketut Budiana menyuarakan dukungan kepada Wayan Koster, agar Bali tetap jaya. Alasan dirinya menyuarakan dukungan, karena sosok Gubernur Bali periode 2018 – 2023 asal Desa Sembiran, Buleleng ini tidak saja terus mengingatkan kita untuk menjaga peradaban Bali, namun Koster dalam kepemimpinannya juga mendukung sarana dan prasarana pendidikan.

Selain itu, untuk mengatasi permasalahan yang akan dihadapi Bali ke depan, dikatakan Wayan Koster telah menyusun pembangunan masa depan Bali yang berlandaskan pada Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali dan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125. Landasan diharapkan mampu membangun masa depan Bali dengan memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali. Di samping juga mamou mengendalikan alih fungsi lahan produktif dan sawah, menjaga kedaulatan pangan, serta eningkatkan pembangunan infrastruktur.

Baca juga:  APBD 2019 Disahkan, Ini Program Prioritas Koster-Ace yang Diakomodir

Apalagi, upaya pemerataan pembangunan juga dilakukan Wayan Koster dengan pembangunan bernagai infrastruktur monumental. Seperti, Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (dalam proses); Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali (dalam proses dan hampir selesai); Shorcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Sanur-Denpasar; Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida; Pelabuhan Bias Munjul-Nusa Ceningan; sampai Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi (dalam proses). (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *