Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan dua opsi tempat pembuangan sampah kiriman sementara dari Kota Denpasar selama berlangsungnya World Water Forum (WWF) di Mei 2024 ini. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan dua opsi tempat pembuangan sampah kiriman sementara dari Kota Denpasar selama berlangsungnya World Water Forum (WWF) di Mei 2024 ini. Selain TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kerambitan, eks lahan galian C di Desa Kelating, Kerambitan juga menjadi opsi lokasi pembuangan karena tutupnya TPA Suwung, Denpasar.

Bupati Tabanan Dr Komang Gede Sanjaya menjelaskan bahwa sudah sejak tahun lalu, kabupaten tersebut telah mempersiapkan diri untuk menyambut WWF. Keberadaan salah satu destinasi wisata unggulan, DTW Jatiluwih, di Kecamatan Penebel menjadikan Tabanan sebagai lokasi kunjungan para delegasi.

Baca juga:  Kesepakatan Baru WWF ke-10 di Bali, Pengelolaan Wilayah Sungai Dukung SDGs

Termasuk hasil koordinasi akhir terkait masalah sampah, khususnya dari Denpasar sebagai ibu kota, menjadi fokus utama. Pemerintah pusat meminta agar sampah tersebut sementara dibuang di Tabanan selama pelaksanaan WWF.

“Kami telah menyiapkan diri untuk mengatasi krisis sampah ini,” tegas Bupati Tabanan, Senin (6/5).

Dua lokasi sampah terbesar di Tabanan, yaitu di TPA Mandung dan Kelating (lahan eks galian C), mendapat perhatian khusus. Tentunya untuk di lahan eks Galian C sebelumnya juga telah dilibatkan dalam hal penanganan darurat sampah saat terjadinya kebakaran di TPA Mandung tahun lalu.

Baca juga:  Kembali, Bali Laporkan Mayoritas Kematian Pasien COVID-19 Tak Berkomorbid

“Selain Mandung, juga sementara bisa dibawa ke Kelating, tentunya juga harus dibantu memperbaiki infrastruktur sehingga menjadi baik dan bagus. Kalau dikaji semua aspek baik lingkungan dan pemenuhan masih sangat memungkinkan,”jelasnya.

Terkait kondisi ini, pihaknya juga telah mengeluarkan kebijakan dan hasil kajian dari tim teknis bahwa dimungkinkan sementara saling bantu antar kabupaten/kota asal benar benar telah dilakukan pengkajian dengan baik.

“Kajian dari tim teknis menunjukkan bahwa kerjasama antar kabupaten/kota sangat memungkinkan untuk saling membantu dalam penanganan sampah,” jelas Bupati Tabanan.

Baca juga:  Selama WWF ke-10, Penggunaan Layanan 5G Meningkat Ratusan Persen

Sementara itu, solusi konkret juga telah diusulkan. “Dengan mengatur distribusi sampah antara Mandung dan Kelating, serta koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, kami yakin dapat mengatasi masalah ini dengan baik,” tambahnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *