Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah sedang mengkaji rekomendasi pemblokiran gim daring yang mengandung unsur kekerasan. Demikian dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sekaligus Ketua Pelaksana Harian Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional Sandiaga Uno.

“Kami sedang menyiapkan beberapa langkah cross check dan review. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkominfo yang memiliki kewenangan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (1/5).

Baca juga:  Penjualan SBR011 di BRI Sentuh Rp1,5 Triliun

Ia mengatakan, jika hasil peninjauan gim daring terdapat hal yang membahayakan bagi anak-anak, maka kementerian/lembaga dengan tegas akan memberikan tindakan.

“Seandainya hasil review beberapa hari ke depan ini dan terkonfirmasi oleh Pak Menkominfo sebagai hal yang berbahaya bagi anak-anak kita, maka pemerintah akan tegas untuk merekomendasikan agar gim yang bisa membahayakan bangsa, anak-anak kita, harus ditindak,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga:  BRI Bagi Dividen Interim Rp8,63 Triliun Hingga 9 Januari 2023

Sementara Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung penuh wacana pemblokiran gim daring yang mengandung unsur kekerasan, karena kekhawatiran efek kekerasan terhadap anak-anak yang mengakses gim daring tersebut.

“Sedari awal LPAI menaruh perhatian yang serius terkait isu ini (gim daring mengandung unsur kekerasan). Kami meminta pemerintah segera mengambil sikap,” kata Ketua LPAI Seto Mulyadi.

Pihaknya berpendapat bahwa pemblokiran gim-gim yang mengandung kekerasan merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak anak.

Baca juga:  Kunjungi Pantai Pandawa, Menparekraf Prihatin Karena Ini

“Hak anak untuk tumbuh dan berkembang (tanpa adanya pengaruh kekerasan),” kata Seto Mulyadi atau yang karib disapa Kak Seto.

Dia prihatin dengan semakin masif-nya gim-gim daring yang mengandung kekerasan, terlebih adanya laporan kasus kekerasan anak yang pengaruhnya dari konten-konten dalam gim daring tersebut. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *