Kondisi atap rumah milik warga di Sari Kuning, Desa Tukadaya, Melaya yang ambruk Minggu (28/1) pagi dan menimpa anak berusia 10 tahun. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mendata sedikitnya enam rumah di empat desa rusak akibat hujan deras pada Sabtu (28/1) sore. Satu korban anak umur 10 tahun tertimpa atap rumah pada Minggu (28/1) pagi di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Korban telah dilarikan ke Puskesmas I Melaya untuk diberikan pertolongan.

Sementara itu, enam rumah yang terdata mengalami kerusakan akibat hujan disertai angin kencang ini di antaranya 3 unit di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, satu rumah di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo, satu rumah di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.

Baca juga:  Dari Polisi Ditusuk hingga Bentrok Mahasiswa dan Warga

Sedangkan pada Minggu pagi, di Sari Kuning, Desa Tukadaya atap rumah milik I Komang Wita (52) ambruk. “Yang tadi pagi, karena kayu atap sudah lapuk. Menimpa anak pemilik rumah umur 10 tahun mengakibatkan memar di punggung,” terang Agus.

Pada saat kejadian anak pemilik rumah sedang bermain di teras rumah. Tiba-tiba atap teras rumah ambruk dan menimpa anak hingga mengakibatkan punggung mengalami memar. Anak umur 10 tahun ini sudah dilarikan ke Puskesmas 1 Melaya untuk diberikan pertolongan.

Baca juga:  Pelajari Tsunami Ready Community, Delegasi 3 Negara Kunjungi Tanjung Benoa

Selain dampak sejumlah atap rumah rusak, hujan juga mengakibatkan kerusakan los pasar ikan di areal relokasi Parkir Kantor Bupati Jembrana. Atap los pasar jebol. “Selain itu juga 12 warga yang tersambar petir di areal sawah di Budeng. Satu meninggal dunia. BPBD telah mengecek ke lokasi dan melakukan kaji cepat untuk bantuan awal. Baik itu terpal, sembako, matras dan family kit,” jelasnya. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Jalan Putus di Banjar Guliang Kangin, Delapan KK Terdampak
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *