Ilustrasi - Jalan runtuh dengan retakan besar akibat Gempa bumi. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – WNI yang tinggal di Jepang dihimbau agar tetap waspada atas gempa susulan dan tsunami, setelah gempa bumi bermagnitudo 7,4 melanda Prefektur Ishikawa pada Senin sore waktu setempat. Imbauan tersebut dikeluarkan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo dan KJRI Osaka.

“Kami mengimbau WNI agar selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha melalui pesan singkat, dikutip dari kantor berita Antara, Senin (1/1).

Baca juga:  RS Polri Sudah Terima 7 Kantong Jenazah dan 21 Sampel DNA

“Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga malam hari ini waktu Jepang,” katanya, menekankan.

Kemlu, ujarnya, saat ini sedang berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami.

KBRI dan KJRI juga tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia. “Sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa,” kata Judha.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Tak Naikan Harga BBM, Elpiji dan Tarif Listrik

Bagi WNI yang menghadapi situasi darurat, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengaktifkan nomor hotline yaitu KBRI Tokyo +818035068612 dan KJRI Osaka +818031131003.

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 16.10 waktu Jepang atau 14.10 WIB itu juga dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita. Gempa tersebut telah menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  Menjelang Libur Panjang, Kemenhub Pastikan Kesiapan Bandara Soetta
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *