Sosialisasi yang digelar The Japan Foundation menyasar kepala sekolah hingga guru Bahasa Jepang se-Bali, berlangsung di Harris Hotel Denpasar, Selasa (21/7) (BP/wid)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Antusias masyarakat Indonesia terutama Bali ke Jepang cukup tinggi. Baik itu untuk melanjutkan pendidikan, pertukaran pelajar hingga mengikuti program magang. Untuk itu dirasa penting memperluas pendidikan bahasa jepang di sekolah-sekolah khususnya tingkat SMA dan SMK.

Hal tersebut terungkap pada sosialisasi yang digelar The Japan Foundation menyasar kepala sekolah hingga guru Bahasa Jepang se-Bali, berlangsung di Harris Hotel Denpasar, Selasa (21/7).

Konsul Jenderal, Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, H.E Miyakawa Katsutoshi dalam sambutannya mengatakan, antusias generasi muda Bali untuk belajar Bahasa Jepang sangat tinggi. Di Bali sendiri ada 150 SMA dan SMK yang sudah menyelenggarakan pembelajaran Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan.

Baca juga:  SMAN 1 Tampaksiring dan Unud Juara I LCC Bulan Bung Karno 2024

“Saya yakin bahwa pembelajaran bahasa Jepang di sekolah adalah fondasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia yang mengemban masa depan dengan hubungan erat antara Jepang dan Indonesia,” katanya.

Saat ini di Jepang, lanjut dia, lingkungan untuk mendukung warga negara asing terus ditingkatkan. Jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Jepang saat ini mencapai 7.000 siswa dan angka tersebut disebut terus meningkat. “Tidak hanya sebagai mahasiswa tapi juga banyak generasi muda Indonesia yang datang ke Jepang untuk program magang,” katanya.

Adanya sosialisasi yang digelar ini diharapkan mampu mendorong perluasan pendidikan bahasa Jepang di sekolah-sekolah. Dan pada akhirnya mempererat hubungan kerjasama antar Pemerintah Jepang dan Indonesia meningkat.

Baca juga:  Waspada!! Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Landa Bali

Director General The Japan Foundation, Jakarta, Inami Kazumi mengatakan, pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia sangat penting yang tahun ke tahun kepentingannya terus meningkat. Bahkan Indonesia menjadi jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak terbanyak kedua di dunia.

“Sekarang ini motivasi mereka makin meningkat, karena banyak yang ingin kerja ke luar negeri termasuk ke Jepang. Terutama bagi mereka yang baru menyelesaikan pendidikan di SMA/SMK atapu Madrasah,” ujarnya.

Pihaknya mengucapkan terimkasih atas antusias masyarakat Bali khususnya generasi muda yang sudah tertarik mempelajari bahasa termasuk budaya Jepang. Saat ini kata Inami jumlah pengajuan proposal terhadap program new fatners guru pendamping bahasa Jepang untuk tingkat SMA/SMK menurun. Dengan itu pihaknya menggelar sosialisasi ini untuk meningkatkan kembali program kerjasama pendamping Bahasa Jepang di Bali.

Baca juga:  Ogoh-ogoh "Ki Ai Nir Nur" Karya Marmar Difilmkan, Sudah Sempat Tayang di Jepang

Saat ini The Japan Foundation sudah mengirimkan 7 orang warga negara Jepang sebagai guru pendamping pembelajaran Bahasa Jepang di Bali. Jumlah ini pun tersebar di seluruh Bali. Dengan sosialisasi yang digelar ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah sekolah yang memberikan pembelajaran Bahasa Jepang serta meningkatkan kerjasama program guru pendamping. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN