Tangkapan layar Menkes, Budi Gunadi Sadikin. (BP/iah)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 secara nasional mengalami kenaikan. Jumlahnya mencapai dua ribuan kasus per minggu. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers daring dipantau dari kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat (22/12).

Menurut Menkes, kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia ini diantisipasi pihaknya dengan mendirikan pos layanan mencapai dua ribuan titik saat libur Natal dan Tahun Baru. Selain pos pelayanan, disiapkan juga petugas yang jumlahnya mencapai 15 ribu orang.

“Kementerian Kesehatan juga melakukan persiapan karena ada lebih dari 100 juta orang yang akan jalan-jalan lah ke luar kota. Karena ini memasuki peningkatan luar biasa dibandingkan sebelumnya dan COVID juga agak naik. Kita juga mempersiapkan diri dengan mendirikan lebih dari dua ribu pos pelayanan dan lima belas ribu orang yang kita siapkan di semua titik-titik yang kritis, jadi di jalan tol, stasiun kereta api, bandara-bandara, juga di pelabuhan-pelabuhan, dimana terjadi pergerakan fisik masyarakat kita,” sebutnya.

Baca juga:  Sepuluh Kota Paling Ramah di Dunia, Nomor 8 Ada di Klungkung

Khusus untuk COVID-19, ia menyebut angka kasusnya mencapai 2.800 per minggu. Ini, disebutnya masih di bawah level 1 WHO. “Masih relatif sedikit namun memang ada kenaikan. Ini wajib kita waspadai,” terangnya.

Ia menyebutkan varian JN.1 ini datangnya dari luar negeri. “Kita melihat di negara tetangga sudah terjadi penurunan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlampau lama lagi, itu juga terjadi di kita,” harapnya.

Baca juga:  Kasus Harian Nasional Masih Tambah Enam Ribuan

 

Ia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker di ruang publik maupun tempat keramaian. Ia juga meminta agar masyarakat tetap menjaga stamina dan memperhatikan protokol kesehatan sehingga peningkatan kasus COVID-19 bisa ditekan.

Sejauh ini, Menkes menyatakan bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia masih relatif terkendali. Jumlahnya pun berada di bawah standar ketentuan WHO untuk status yang patut diwaspadai.

Baca juga:  Bali Blackout

COVID-19 varian JN.1 ini merupakan turunan atau sublineage dari subvarian Omicron BA.2.86. Gejala yang muncul pada varian ini sama seperti gejala COVID-19 lainnya.

Selain itu, karena COVID-19 varian JN.1 ini merupakan subvarian dari Omicron sehingga tingkat kematiannya juga tidak tinggi. Gejala yang muncul juga tidak berat, hanya saja penularannya yang cepat. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN