Letjen TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai kepala Staf TNI Angkatan Darat (kasad). (BP/kmb)

JAKARTA, BALIPOST.com – Letjen TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai kepala Staf TNI Angkatan Darat (kasad) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/11). Dipantau dari akun YouTube Sekretariat Presiden, pelantikan ini berlangsung disaksikan sejumlah undangan.

Maruli sebelumnya merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad). Presiden Jokowi menunjuk Maruli untuk menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang telah dilantik sebagai panglima TNI pada tanggal 22 November 2023.

Terpilihnya Maruli sebagai pengganti Agus pun telah diprediksi beberapa pengamat militer. Meskipun secara normatif ada 15 perwira bintang tiga di TNI AD yang berpeluang menjadi Kasad.

Pelantikan itu sesuau dengan surat Keputusan Presiden Nomor 103/TNI/2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. Dipandu oleh Presiden Jokowi, Maruli mengucapkan sumpah jabatannya untuk selalu setia kepada UUD 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti kepada bangsa dan negara.

Baca juga:  Dari Dunia Sedang Alami Gelombang Ketiga COVID-19 hingga Syukuri Tapi Tetap Waspada

Dengan pelantikan ini Maruli mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal TNI.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, pengamat militer Alman Helvas Ali menilai Maruli cenderung menjadi kandidat kuat karena dia pernah bertugas sebagai komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mengawal kegiatan Presiden Jokowi. “Maruli pernah menjadi dan (komandan) Grup A Paspampres, yang merupakan security details untuk Presiden Joko Widodo. Setelah jabatan itu, Letjen Maruli dipromosikan menjadi danrem di Solo yang merupakan kampung halaman Joko Widodo, kemudian menjadi wakil komandan Paspampres sebelum ditunjuk menjadi danpaspampres,” kata Alman di Jakarta, Jumat (24/11).

Baca juga:  Akhirnya Bali Jalani PPKM Level 1, Ini Aturannya

Faktor kedekatan dan pernah bekerja langsung dengan Jokowi tampaknya juga menjadi pertimbangan utama bagi Maruli untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu di TNI, meskipun pola demikian tampaknya belum berlaku di TNI AL.

“Selain itu, fakta bahwa Letjen Maruli merupakan menantu Luhut Pandjaitan adalah faktor subjektif yang tidak boleh diabaikan. Sebagaimana diketahui, Luhut Pandjaitan sebagai menteri koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi adalah orang kepercayaan Presiden Joko Widodo untuk mengimplementasikan program-program presiden,” kata Alman.

Baca juga:  Polda Metro Jaya Dalami Laporan Endar Priantoro

Maruli Simanjuntak merupakan perwira tinggi TNI lulusan Akademi Militer tahun 1992 yang mengantongi banyak prestasi sepanjang karier militernya.

Beberapa jabatan strategis yang sempat dia emban sebelum menjabat Pangkostrad, yaitu Komandan Detasemen Tempur Cakra (2002), Komandan Batalion 21 Grup 2/Sandhi Yuda (2008–2009), Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) (2009–2010), Wakil Komandan Grup 1/Para Komando (2010–2013), Komandan Grup 2/Sandhi Yudha (2013–2014), Komandan Grup A Paspampres (2014–2016), Danrem 074/Warastratama Solo (2016–2017), Wakil Komandan Paspampres (2017–2018), Komandan Paspampres (2018–2020), dan Pangdam IX/Udayana (2020). (kmb/balipost)

BAGIKAN