Atlet paralayang Bali Darumaka Rajasa. (BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengprov Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bali, merupakan olahraga dirgantara yang menaungi 3 cabor, yakni paralayang, paramotor, dan aeromodeling. Untuk cabor paralayang, Bali meloloskan 6 atlet putra, dalam Kejurnas sekaligus Babak Kualifikasi (BK) PON XXI/2024, di Sumedang, Jabar, September lalu.

Keenam atlet paralayang yang metebut tiket PON adalah Darumaka Ràjasa, Agus Sumanjaya, Ilham Erwahyudha, I Gede Bayu Sukrana, I Ketut Budiasa, serta I Kadek Vero SP.

Baca juga:  Judo Sabet 2 Emas untuk Bali

Meskipun Bali meloloskan 6 atlet, tetapi kuota untuk tiap provinsi cuma 5 atlet putra. Ketua cabor paralayang Bali, Agus Sumanjaya, menuturkan, pihaknya mengirimkan 6 atlet putra, serta 2 atlet putri ke kejurnas dan BK PON, namun yang lolos hanya di sektor putra. Menurut Agus, pelaksanaan PON XXI/2024 di Sumut dan Aceh, cabor paralayang mempertandingkan 12 nomor.

“Darumaka Rajasa, Agus Sumanjaya, Ilham Erwahyudha, dan I Gede Bayu Sukrana, bisa turun 8 nomor, sedangkan Ketut Budiasa dan Kadek Vero cuma bisa turun 4 nomor,” beber Agus, di Badung, Selasa (28/11).

Baca juga:  Ideologi Pasar Sebabkan Pariwisata Berkualitas Sulit Diwujudkan

Sementara saat kejurnas dan BK PON cuma 4 nomor yang dilombakan, seperti beregu putra dan putri ketepatan mendarat.

Ia mengakui, selama ini pola latihan 3-4 kali dalam sepekan, dengan mengambil lokasi take-off dari Bukit Timbis, dan area mendarat (landing) di Pantai Pandawa. “Pesaing terberat datang dari Jatim dan Jabar,” ucapnya. Untuk pengadaan peralatan, saat ini masih mandiri. “Kami perlu peralatan yang lebih canggih, sebab paralayang mematok target 2 emas,” katanya. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Tabanan Miliki Klinik Koperasi dan UKM

 

BAGIKAN