Pesawat udara sedang melakukan pengisian bahan bakar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak pulihnya pariwisata dengan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik yang mulai pulih juga mendorong peningkatan konsumsi avtur. Meski demikian, Pertamina menjamin ketersediaan avtur di Bali.

Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis (25/5) mengatakan, semenjak pandemi melandai, ada peningkatan penerbangan terutama di Bali jumlah penerbangan hampir pulih terutama pada event-event besar G20 dan KTT ASEAN. “Saat itu jumlahnya naik, lebih besar dari kondisi normal, tapi kami menjamin kebutuhan bahan bakar maskapai terpenuhi,” ujarnya.

Baca juga:  Boat Distribusi Elpiji Ditertibkan Polairud, Diduga Karena Indikasi Ini

Saat ini stok avtur di Bali 35.000 kL, cukup untuk 23 hari. Terkait tudingan kenaikan avtur membuat harga tiket pesawat tinggi, ia menilai hal itu tak sepenuhnya benar.

“Jika harga pasar minyak dunia naik, otomatis menyesuaikan harga avtur. Namun kebijakan harga tiket kembali ke maskapai, tapi salah satu penyusunnya mungkin iya (karena avtur), tapi apa satu-satunya? Belum tentu karena bisa dipengaruhi faktor peningkatan  jumlah penumpang, ketersediaan armada, makin tinggi demand, peminat makin banyak, harga makin tinggi, pesawat juga mungkin belum beroperasi penuh sejak pandemi,” bebernya. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  TBBM Ampenan Pasok Premium, Pertalite dan Pertamax dari Bali 
BAGIKAN