Puluhan Pedagang Ikan mendatangi DPRD Buleleng pada jumat (5/5). (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Puluhan pedagang ikan di Pasar Anyar Singaraja, mendatangi DPRD Buleleng pada jumat (5/5) pagi. Kedatangan para pedagang ini tadinya hendak bertemu dengan Pimpinan DPRD Buleleng. Namun keinginan warga tersebut harus tertunda, karena tidak ada anggota DPRD Buleleng yang sedang di kantor.

Salah satu Perwakilan kelompok pedagang, Komang Sudarma mengatakan, para pedagang tadinya hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan. Mereka mengeluhkan kebijakan Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, yang berencana merelokasi pedagang ikan.

Baca juga:  Harga Cabai Melonjak, Petani Keluarkan Lebih Banyak Modal untuk Perawatan

“Awalnya kami para pedagang ikan berjualan di sisi utara pasar anyar. Namun mulai Senin (8/5) mendatang, kami para pedagang ikan akan di relokasi ke lantai dua, bersama dengan pedagang daging,” katanya.

Para Pedagang keberatan karena jenis dagangan cukup banyak, ditambah lagi beban cukup berat. Pedagang tak mampu mengangkut barang dagangan ke lantai dua seorang diri. Ditambah lagi jika menggunakan jasa, maka mereka harus merogoh biaya Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per hari.

Baca juga:  Konsumsi Ikan di Tabanan Masih Rendah

“Itu pun kalau dagangan laku semua. Kalau tidak laku, kami rugi di ongkos. Kami harap dewan memperjuangkan agar kebijakan ini ditinjau ulang,” imbuhnya.

Lantaran gagal bertemu dengan wakil rakyat, mereka memilih membubarkan diri. Para pedagang berjanji akan datang lagi ke gedung dewan pada pekan depan, untuk menyampaikan aspirasi. (Nyoman Yudha/Balipost)

BAGIKAN