Tradisi oncang-oncangan yang dilaksankan oleh warga Banjar Adat Sila Sesana Abiantiing, Desa Amerta Bhuana, Selat. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Selat melestarikan tradisi yang ada di wilayahnya hingga saat ini. Seperti yang dilakukan oleh warga Banjar Adat Sila Sesana Abiantiing, Desa Amerta Bhuana, Selat melaksanakan tradisi Oncang-oncangan menjelang dilaksanakannya Usaba Dodol atau Usaba Dimel di Desa Adat Selat, Kecamatan Selat, Karangasem.

Kelian Banjar Adat Sila Sesana Abiantiing, I Nengah Puspa, tradisi oncang-oncangan sudah dipentaskan di lima lokasi. “Banjar Adat Pesangkan, Geriana Kauh, Sukaluwih, dan Umacetra, di Banjar Sila Sesana juga sudah,” ujarnya sembari menyatakan untuk Usaba Dodol atau Usaba Dimel akan dilakukan pada 22 Februari mendatang.

Baca juga:  Soal SE Penggunaan Endek, Ini Penegasan Gubernur Koster

Puspa mengatakan, sebelum adanya tradisi oncang-oncangan, dalam menyambut pelaksanaan Usaba Dodol di Desa Adat Selat, dilaksanakan tradisi ngoncang dengan menyuarakan kulkul. Itu dikatakan sebagai bentuk pengungkapan ekspresi akan dilaksanakannya usaba tersebut.

“Sebagai bentuk ekspresi akan dilaksanakan Usaba Dodol itu sendiri. Makanya, dilaksanakanlah oncang-oncangan tersebut. Seluruh banjar adat di Desa Adat Selat di bebaskan untuk mementaskan kreasi seni-nya. Itu tidak dipaksakan. Untuk di Banjar Adat Sila Sesana Abiantiing, pementasan tari tersebut rutin di laksanakan tiap tahunnya,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Puluhan Tahun Tak Digelar, Banjar Teba Bangkitkan Lagi "Siat Yeh"
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *