Wisatawan berada di kawasan wisata di Gianyar. (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 menjadi tonggak awal pemulihan pariwisata Gianyar. Ketua organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Gianyar, Agus Ega Indra Jaya, Rabu (25/1) mengatakan kunjungan wisatawan ke Gianyar saat Nataru dan Tahun Baru Imlek terlihat konsisten dan bahkan sudah mulai menunjukan peningkatan.

Ia berharap pariwisata Gianyar semakin membaik dan bertahap pulih seperti sebelumnya. Agus menjelaskan wisatawan yang berkunjung ke Bali saat ini mengidolakan wilayah Canggu di Badung, dan Ubud di Gianyar.

Bahkan saat pandemi, hanya pariwisata kawasan Canggu tetap bergerak. Sementara kawasan pariwisata Gianyar mengalami kelesuan.

Baca juga:  Made's Warung Rayakan 50 Tahun Berdiri, Harap Bisa Bertahan hingga 1 Abad

Dipaparkannya, jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Gianyar lebih dekat ketimbang dari Bandara ke Canggu. Pihaknya meyakini occupancy hotel- hotel di Gianyar akan semakin baik. “Kita semua tetap optimis, 2023 sektor pariwisata akan lebih baik dari pada di 2022 karena semakin ditambahnya slot penerbangan dari airline internasional datang ke Bali,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, terlepas dari isu resesi global, pertumbuhan sektor pariwisata juga ditentukan inflasi dan perang di Ukraina yang tidak menentu. Pelaku pariwisata berharap kedatangan wisatawan dari pasar long haul seperti Inggris, Jerman, dan Amerika karena market dan segmentasi ini memiliki daya beli yang tinggi.

Baca juga:  Sasih Kedasa, Hasil Tangkapan Nelayan Turun

Ditegaskannya, dampak pandemi memang berpengaruh animo wisatawan untuk berlibur. Hanya saja, dengan ada banyaknya instagrammers, bloggers yang menetap di Bali dan di Gianyar selama pandemi, mereka selalu mempromosikan keindahan Pulau Bali. “Ini membuat banyak orang penasaran dan ingin datang, tinggal dan merasakan langsung keindahan alam dan budaya kita di Bali, termasuk Ubud Gianyar,” jelasnya.

Trend kedatangan market Asia yang biasanya memang suka mengabadikan momen mereka di media sosial seperti india dan Singapura, juga menjadi promosi bagi pariwisata Bali. Sementara Australia tidak diragukan lagi, karena Bali selalu menjadi rumah kedua mereka.

Baca juga:  Demo "Bali Tidak Diam" Rusuh, Gas Air Mata Ditembakkan

Ia juga mengatakan wisatawan China, dengan kedatangan perdana belum lama ini menggunakan pesawat carteran sebanyak dua ratusan orang, juga diprediksi akan mengalami kenaikan. “Jadi kita harapkan di bukan April dan seterusnya occupancy hotel di Gianyar akan terus meningkat. Gianyar dan Ubud khusus akan semakin diramaikan wisman,” harapnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *