Sanggar Haridwipa, Desa Dauh Peken, Tabanan mengiringi penari dari Sanggar Tari Sekar Rare yang sedang mempersiapkan Tari Jayaning Singasana AUM. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Lantunan suara gamelan Bali serta karawitan dari Sanggar Haridwipa, Desa Dauh Peken, Tabanan iringi gerakan tujuh orang penari dari Sanggar Tari Sekar Rare yang sedang mempersiapkan Tari Jayaning Singasana AUM. Tari ini rencananya akan diluncurkan pada puncak HUT ke-529 Kota Tabanan, 29 November 2022.

Kedua kesenian ini merupakan sebagian kreativitas para generasi muda di wilayah Desa Adat Kota Tabanan. Menggaungkan kembali budaya Bali melalui kesenian tengah gencar dilakukan desa adat ini. Apalagi telah memiliki Gedung Kesenian I Ketut Maria dan panggung terbuka di Taman Kota Bung Karno.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta mengatakan nyaris lebih dua tahun, seni budaya Bali khususnya di wilayah Kota Tabanan ‘tertidur’ lantaran COVID-19. Namun saat ini sudah mulai bangun dan menggeliat kembali.

Baca juga:  Desa Adat Buahan Restorasi Candi Gede Pura Bale Agung

Para generasi muda yang sangat menyukai budaya seni Bali seperti seni tari, tabuh atau gamelan dan lainnya mulai kembali sumringah dan melakukan aktivitasnya kembali. Terlebih saat ini sejumlah sanggar di wilayah Kota Tabanan dipercaya Pimpinan Daerah (Bupati Tabanan) untuk mengaplikasikan sebuah tarian yang akan dijadikan tari kebesaran Kota Tabanan, yakni Tari Jayaning Singasana AUM. Tarian yang ide atau gagasan dari Bupati Sanjaya ini bermakna kepemimpinan yang penuh keagungan, ketegasan dan demokrasi serta cinta rakyatnya. yang selanjutnya ditransformasikan melalui gerak tari yang estetis, dinamis, tegas dalam konseptual keagungan kepemimpinan.

Baca juga:  Seniman Bincang Seni Era Krisis dan Pasca Pandemi

“Ada kebanggaan tersendiri, sanggar di wilayah Desa Adat Kota Tabanan dipercaya untuk mengaplikasikan tarian Jayaning Singasana, sebuah tari kebesaran Kota Tabanan nantinya,” ucapnya, Jumat (25/11).

Terkait seni budaya Bali, dirinya sangat memberikan perhatian penuh terhadap aktivitas para generasi muda ini sebagai bentuk konsistensinya dalam pemajuan budaya Bali. Apalagi di desa adat kota Tabanan banyak terdapat sanggar seni. “Kami di desa adat tentunya sangat mendukung dan sangat konsisten mendidik generasi muda sebagai penerus kesenian baik di bidang tari, karawitan, tabuh, dan lainnya,” jelasnya.

Bahkan terkait eksistensi berkesenian ini, Desa Adat Kota Tabanan sebelumnya juga sempat menggelar terobosan inovatif yang berhasil tampil spektakuler, yakni Mepetuk Agung. Event ini mempertemukan puluhan barong bangkung di panggung terbuka di Taman Kota Bung Karno. Bahkan, event ini akan dirancang menjadi agenda rutin setiap Hari Suci Kuningan.

Baca juga:  Pupuk Organik Dukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Kata Siwa, event ini oleh Paiketan Sekaa Teruna Desa Adat Kota Tabanan dibuat untuk meningkatkan rasa persaudaraan antaryowana, termasuk memberikan ruang bagi mereka yang memiliki talenta seni-budaya untuk tampil menghidupkan Kota Tabanan dalam kegiatan seni, adat dan budaya. “Tidak hanya seni tradisional tetapi juga yang memiliki talenta musik juga akan diakomodir dengan adanya paiketan sekaa teruna ini,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *