Program Studi Destinasi Pariwisata (DPW) Politeknik Pariwisata Bali menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kedisan, Gianyar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Program Studi Destinasi Pariwisata (DPW) Politeknik Pariwisata Bali menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kedisan, Gianyar. Kegiatan berupa Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Bahasa Inggris ini merupakan upaya mendorong pengelolaan wisata di desa itu.

Kegiatan digelar selama 2 hari, Senin (7/11) hingga Selasa (8/11) ini merupakan yang kedua kalinya digelar oleh DPW Poltekpar Bali. Kegiatan PKM sebelumnya telah dilaksanakan pada Juni 2022 dengan mengangkat tema “Sosialisasi Tata Kelola Desa Wisata dan Pemanfaatan Media Digital di Desa Kedisan.”

Kegiatan PKM pertama disambut baik, tidak hanya oleh aparat Desa Kedisan namun oleh peserta pelatihan. Mereka bersedia kembali mengikuti pelatihan serupa sehingga DPW Poltekpar Balimenggelar pelatihan dengan mengkhususkan pada solusi permasalahan di desa itu dan peningkatan keterampilan Bahasa Inggris masyarakat Desa Kedisan. Sebanyak 30 peserta yang merupakan pelaku pariwisata di Desa Kedisan mengikuti pelatihan dua hari itu.

Baca juga:  Gianyar Tambah 10 Kasus Positif COVID-19 dalam Sehari, 50 Persen Keluarga Seorang PNS Polda Bali

Kepala Desa Kedisan, Dewa Ketut Raka, yang hadir dalam pembukaan berharap melalui kegiatan PKM ini dapat menjadikan nama Desa Kedisan semakin dikenal dan dapat menyosialisasikan potensi yang ada. Ia menyebutkan Desa Kedisan telah ditetapkan statusnya menjadi desa wisata sejak 2017.

Terdapat berbagai keuntungan dengan diperolehnya status desa wisata tersebut, salah satunya adalah mendapatkan bantuan secara finansial. Daya tarik wisata di Desa Kedisan adalah Uma Ceking yaitu pemandangan hamparan sawah yang masih alami.

Baca juga:  Siap Manjakan Lidah, PKB 2017 Bakal Gelar Pesta Kuliner

Permasalahan muncul sejak mewabahnya COVID-19 karena terjadi penurunan kunjungan ke kawasan wisata Uma Ceking. Salah satu masalah utama yang muncul adalah pengelolaan Uma Ceking dan rendahnya keterampilan berbahasa Inggris warga Desa Kedisan.

Dalam kegiatan ini, di hari pertama hadir sebagai narasumber Kabag Perencanaan Polres Gianyar, AKBP Ngakan Nyoman Tapa, SH, dan Kabid Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Gianyar Ngakan Gde Rama Putra, SE. MAP. Peserta yang merupakan pemilik sawah Uma Ceking, anggota Pokdarwis Kedisan bersama narasumber melakukan diskusi membahas permasalahan pengelolaan Uma Ceking.

Baca juga:  Tirta Empul di Gianyar

Sementara itu, pada hari kedua dilaksanakan pelatihan Bahasa Inggris bagi warga Desa Kedisan dalam menunjang pelayanan pariwisata, khususnya wisatawan mancanegara. Kegiatan pelatihan Bahasa Inggris diikuti oleh 30 pemuda-pemudi Desa Kedisan.

Diharapkan lewat program ini, permasalahan pengelolaan Uma Ceking dan daya tarik wisata di Desa Kedisan pada umumnya dapat diselesaikan sehingga dapat membantu mensejahterakan masyarakat di masa pemulihan wisata pascapandemi. Masyarakat Desa Kedisan juga diharapkan dapat mempraktekan langsung pelatihan Bahasa Inggris yang telah diperoleh dari PKM Prodi DPW Poltekpar Bali. (Adv/balipost)

BAGIKAN