Mengawali tahun ajaran baru tahun Akademik 2022/2023, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, menggelar masa orientasi dan pengenalan kampus dinamakan kegiatan Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) bagi mahasiswa baru. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Mengawali tahun ajaran baru tahun Akademik 2022/2023, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, menggelar masa orientasi dan pengenalan kampus dinamakan kegiatan Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang digelar selama 5 hari dari 1-5 Agustus 2022, dibuka oleh Direktur Poltekpar Bali, Senin (1/8), ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan burung.

Direktur Poltekpar Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja, ST.,M.Kes., menyampaikan, proses orientasi pengenalan kampus ini, sebagai upaya untuk membentuk insan pariwisata yang tangguh dan berdaya guna. Poltekpar Bali bersama kementerian pariwisata, berusaha bagaimana agar calon-calon mahasiswa memiliki kekhasan tersendiri di bidang pariwisata yang disesuaikan dengan rencana strategis Kementerian. “Oleh karena itu, proses orientasi dan pengenalan kampus ini, sangat penting dilakukan, baik itu terkait dengan pengetahuan, keterampilan, skil dan sikap, etitude, juga dukungan fisik yang kuat, tangguh, disiplin yang tinggi dan mental yang tegar,” kata Puja.

Baca juga:  Terlibat Kasus Sabu-sabu, Karyawan Pengiriman Barang Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Dalam kegiatan ini, pembinaan sikap dasar profesi dilaksanakan karena pada dasarnya PSDP ini merupakan pintu gerbang ilmu bagi mahasiswa. Pintu ini akan dibuka dan dipelajari oleh mahasiswa baru untuk memperdalam ilmunya. “Bila dari pintu ini saja sudah baik, maka pola pikir dari mahasiswa tentu juga akan terus baik. Begitu sebaliknya, bila pintunya jelek, tentu selanjutnya pola pikir akan jelek,” ujarnya.

Baca juga:  MBP Poltekpar Bali Latih Warga Sayan "Story Telling" dan Implementasi CHSE

Masa orientasi ini, merupakan suatu kegiatan perencanaan terukur dan terstruktur yang diselenggarakan pihak kampus untuk mahasiswa baru. Kegiatan ini ditegaskannya bukan sebagai ajang balas dendam, namun menjadi role model atau contoh yang baik bagi adik-adik kelas selanjutnya, sehingga ada sesuatu yang baik untuk ditiru.

Jadi pada hakikatnya PSDP ini merupakan implementasi dan fungsi pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam UU sistem pendidikan nasional no 20 tahun 2003, bahwa fungsi pendidikan nasional adalah pengembangan kemampuan membentuk watak dan perilaku bangsa yang bermartabat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. “Jadi tujuan PSDP ini mempunyai hal penting dan strategis dalam proses-proses pendidikan dalam membentuk watak generasi bangsa,” tegasnya.

Baca juga:  Bio Farma Genjot Ekspor Vaksin Hingga USD 71,6 juta

Ketua Panitia, I Kadek Sunu Mulyawan, mengatakan, PSDP kali ini, diikuti sebanyak 724 peserta calon mahasiswa, yang terdiri dari 672 mahasiswa baru dan 52 mahasiswa lama. Mengambil tema “Melalui PSDP tahun 2022 kita tanamkan kembali sikap rendah hati, sigap dan tolong-menolong dalam membentuk karakter insan pariwisata yang disiplin dan berjiwa kepemimpinan.”

Dikatakan, pada PSDP ini, diisi dengan kegiatan program Kesamaptaan dari Brimob Polda Bali, ceramah HIV/AIDS, Radikalisme dan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan sejumlah kegiatan lain. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *