Owner Tab Hotel Frangky Tanimena (nomor dua dari kanan) bersama Dewa Gde Erwin Jaya (nomor dua dari kiri) didampingi masing - masing istri meresmikan hotel kapsul pertama di Legian yaitu Tab Hotel dengan simbolis pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita.(BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tab Hotel pertama yang beralamat di Jalan Padma Utara No.10, Legian, Kuta, telah beroperasi di Bali. Peresmian hotel dilakukan Minggu (30/10) oleh Owner Tab Hotel Dewa Gde Erwin Jaya dan Frangky Tanimena dengan simbolis pemotongan tumpeng serta pengguntingan pita.

Dewa Gede Erwin Jaya dan Frangky Tanimena mengatakan, tujuan dibukanya Tab Hotel untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang dua tahun kemarin dilanda COVID-19 membuat Bali menangis. “Dengan hadirnya Tab Hotel akan membuat Bali tertawa kembali dan tahun 2023 ingin menjadikan Bali tujuan wisata nomor 1 di dunia,” ujarnya.

Baca juga:  Ekonomi AS Alami Penyusutan di Kuartal Pertama, Resesi Membayangi

Ketua LPM Kelurahan Legian Wayan Puspa Negara mengatakan, kehadiran Tab Hotel dengan konsep dan nuansa baru akan membangkitkan kembali pariwisata Bali setelah pandemi COVID-19. Menurutnya Tab Hotel yang dulu namanya Surya Dewata telah mampu mengikuti perkembangan akomodasi lainnya karena hotelnya berbeda yaitu hotel kapsul.

“Kalau dulu wisatawan kita kebanyakan Amerika, kemudian tahun 80an Australia, kemudian berkembang China, Eropa dan berbagai negara. Kami berharap Tab hotel minimal okupansinya bisa bertumbuh karena situasi okupansi di sini sudah membaik di kisaran 45% – 80%. Dan kita syukuri karena wisatawan terbesar kita adalah Australia dan mereka spending-nya sangat tinggi. Berapapun uang yang dibawa, dihabiskan di sini,” ujarnya.

Baca juga:  Diperiksa di Polda Bali, Terungkap Alasan Bule Pose Bugil di Pohon Sakral

Lurah Legian Ni Putu Eka Martini mengatakan, Tab Hotel merupakan satu-satunya hotel yang berbentuk kapsul yang ada di Legian. Ia berharap dengan hadirnya Tab Hotel di Legian bisa terjalin hubungan yang baik antara pelaku usaha, masyarakat, pemerintah desa dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk wisatawan. (Citta Maya/Balipost)

 

BAGIKAN