Kompol Mikael Hutabarat. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Polresta Denpasar bekerja keras agar wilayah Denpasar dan Badung Selatan khususnya Kuta Selatan (Kutsel) tidak terjadi kejahatan jalanan. Pasalnya pusat pelaksanaan G20 dilaksanakan di wilayah Nusa Dua.

Oleh karena itu, anggota Reskrim khususnya Opsnal Satreskrim Polresta Denpasar dikerahkan ke wilayah Kutsel. “Viral medsos marak jambret di Nusa Dua. Sudah saya kerahkan seluruh Opsnal ke sana, fokus ke kring serse masing-masing bekerja sama dengan polsek,” tegas Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Gerbang Utama Wisatawan Dunia, Kompetensi SDM Harus Mumpuni

Anggota Opsnal tersebut, lanjut Kompol Mikael, melakukan mobiling tiap malam. Tiap malam melakukan patroli untuk mengantisipasi dan mengecek orang-orang yang dicurigai pelaku tindak pidana.

Pasalnya beberapa kali kejadian yang dilaporkan ke Polresta, ciri-cirinya sama. “Kami akan terus melakukan langkah penyelidikan,” ungkapnya.

Apakah ada pemberlakuan jam malam? Mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini menyampaikan, masih dikoordinasikan dengan Mabes Polri dan Polda Bali rencana ke depannya. Saat ini, kata Mikael, masih melakukan antisipasi secara konvensional dulu, seperti patroli dan penyelidikan.

Baca juga:  Karena Ini, Sejumlah Kawasan di Kutsel Alami Gangguan Pasokan Air

“Sebenarnya kalau dlihat dari kasus jambret yang diungkap, masyarakat beri peluang seperti tas diselempang dan pakai perhiasan. Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor dan pengguna jalan agar lebih hati-hati serta waspada,” ujarnya.

Warga juga diminta jangan sampai memerlihatkan bawa barang berharga karena akan menimbulkan niat jahat. Selain itu tidak beri kesempatan. “Awalnya pelaku tidak ada niat, tapi lihat ada kesempatan langsung beraksi,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Ratusan Timbangan di Pasar Badung Ditera Ulang
BAGIKAN