Polisi melakukan sosialisasi ke sekolah untuk menekan balapan liar di kalangan pelajar. (BP/ist)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Cara berbeda dilakukan Sat Lantas Polres Karangasem saat Operasi Simpatik Agung 2017. Polisi menggandeng korban kecelakaan lalulintas, untuk menekan adanya balap liar di kalangan remaja.

Korban lakalantas ini sengaja diajak sebagai bukti riil betapa bahayanya mengendarai sepeda motor tanpa memperhatikan rambu-rambu lalulintas. Kepala Satgas Preventif Operasi Simpatik Agung, AKP I Made Subadi, Kamis (15/3), mengatakan Operasi Simpatik Agung kali ini memang sengaja dilakukan masuk ke sekolah-sekolah. Salah satunya, adalah SMKN 1 Amlapura.

Kasatgas Ops Preventif yang sekaligus Kasat Lantas Polres Karangasem ini meminta kepada anak-anak setempat untuk selalu tertib dalam berlalulintas. “Jangan pernah ikut-ikutan dalam kegiatan trek-trekkan, karena fakta menunjukkan, salah satu penyebab angka laka menjadi tinggi di Karangasem adalah trek-trekan dan mengendarai kendaraan bermotor tanpa kontrol.

Baca juga:  Inisiasi Operasi Simpatik 2017, Kapolda Golose Serahkan Kursi Roda ke Korban Laka
Dalam Operasi Simpatik Agung ini, juga digandeng korban laka I Ketut Suardika yang kaki kirinya harus rela diamputasi akibat menjadi korban laka serius. Dia bersedia hadir karena terketuk hatinya untuk mencegah terjadinya laka lantas serupa di Karangasem.

I Ketut Suardika mengaku ingin menyadarkan kalangan remaja dengan menyampaikan pengalaman buruknya sebagai korban laka lantas akibat balap liar. Gara-gara itu, dia kini harus kehilangan satu kakinya.

Dia mengaku hampir putus asa dalam menjalani hidupnya. Syukur dia mengaku banyak dukungan dari semua pihak sehingga menambah semangat hidupnya lagi. “Kebut-kebutan di jalan, hanya akan merugikan diri sendiri dari orang lain,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *