Longsor - Tanah longsor menimpa rumah milik warga di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt. (BP/Mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Akibat hujan deras, Selasa (11/10) yang lalu, menyebabkan tebing dengan ketinggian sekitar 3 meter di Dusun Rawa, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt mengalami longsor. Longsoran material tanah itu lantas menimbun sebagian rumah milik Ketut Mastra (45). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun rumah korban mengalami kerusakan skala ringan dan tetap bisa ditinggali.

Perbekel Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt Made Sumadi, Kamis (13/10) mengatakan, saat hujan deras terjadi, korban bersama keluarganya beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba saja, korban mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya. Di belakang rumahnya berbatasan dengan tebing kemudian diatasnya saluran irigasi subak.

Baca juga:  Pascapencabulan Anak Asuh, YPI Tabanan Ditutup Mulai 3 Maret

Saat hujan volume air naik sehingga air irigasi tersebut meluap, sehingga menggerus tebing hingga akhirnya longsor. Akibat kejadian itu, korban bersama keluarganya cepat menyelamatkan diri keluar rumah. “Kebetulan warga kami ini sedang istirahat di dalam rumah karena hujan deras. Awalnya ada suara gemuruh dan dikira aliran air irigasi diatasnya, namun tidak berselang lama longsor menimbun belakang rumahnya dan langsung lari menyelematkan diri,” katanya.

Korban sudah mendapat bantuan terpal dan perlengkapan rumah tangga dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng dan santunan dari pihak donatur untuk digunakan memperbaiki kerusakan rumah tersebut. “Kami sudah berkoordinasi ke kecamatan termasuk BPBD dan untuk tanggap darurat sudah ada bantuan dari PMI dan donasi untuk perbaikan rumah dan saat ini warga kami ini tidak sampai mengungsi,” tegasnya.

Baca juga:  2.400 Warga Buleleng Buta Aksara

Bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Mayong, Kecamatan Seririt. Akibat hujan, tanah longsor menimbun irigasi yang dimanfaatkan petani di Subak Mayong Pengulkulan, Desa Ringdikit.

Aliran air terputus total, sehigga puluhan hektar sawah yang telah ditanami padi, terancam kekeringan. Terputusnya irigasi ini juga menyebabkan aliran air ke kolam ikan air tawar milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Ringdikit terputus total. Kolam ini sekarang terancam kering karena satu-satunya sumber air dari irigasi ini tidak mengalir sejak kejadian longsor.

Baca juga:  Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Ubud dan Tampaksiring

Mengatasi hal ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng bersama instansi terkait, pemerintahan desa, dan warga subak Jumat (14/10) akan melaksanakan gotong royong. Dengan cara ini untuk jangka pendek, air bisa dialirkan, sehingaga tidak sampai menyebabkan sawah kekurangan air dan juga aktifitas di BBI tetap berjalan seperti semula. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN