Kegiatan pembersihan material lumpur dan kayu yang menyumbat aliran Sungai Subak Pakel di Banjar Tegallalang. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Respon cepat ditunjukkan oleh aparat kewilayahan di Desa Tegallalang dalam menangani dampak bencana alam. Akibat tanah longsor dan pohon tumbang, aliran sungai Subak Pakel di Banjar Tegallalang sempat tersumbat material lumpur dan kayu, yang mengancam pasokan air bagi lahan pertanian warga.

Menyikapi hal tersebut, Babinsa Desa Tegallalang Sertu I Gusti Putu Arbajaya bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Dewa Made Sandat memimpin aksi gotong royong pembersihan aliran sungai, Jumat (30/1).

Baca juga:  Penting, Netralitas TNI Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan

Kegiatan yang dipusatkan di depan TIS Cafe, kawasan Obyek Wisata Ceking ini, berfokus pada pengangkatan material longsoran yang menyumbat saluran air sepanjang kurang lebih 15 meter.

Perbekel Desa Tegallalang, Anak Agung Gede Raka Ardana saat hadir di lokasi menyampaikan kegiatan pembersihan dilaksanakan di sebelah Selatan TIS Cafe, Banjar Tegallalang. Ini untuk membersihkan material lumpur, batang pohon, dan ranting.”Kegiatan ini bertujuan memulihkan sistem irigasi tradisional Subak agar pasokan air ke sawah petani kembali normal,” ucapnya.

Baca juga:  Akses Jalan Utama di Kayupadi Tertutup Material Longsor  

Keberhasilan pembersihan ini merupakan hasil kerja sama solid dari berbagai pihak yang hadir langsung di lokasi. Ini antara lain Pemerintah Desa, Babinsa (Koramil 1616-06/Tegallalang) dan Bhabinkamtibmas. Berkat semangat gotong royong yang tinggi, aliran air kini telah kembali mengalir secara bertahap. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN