
BANGLI, BALIPOST.com – Tanah longsor disertai pohon tumbang menutup ruas jalan utama Bangli-Karangasem, tepatnya di tikungan Banjar Dinas Jehem, Desa Jehem, Tembuku Rabu (21/1). Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu.
Material longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan sejak pukul 06.00 WITA, memicu kemacetan. Untuk mengurai antrean, petugas melakukan pengalihan arus bagi kendaraan roda empat. Akses jalan baru dapat dilalui kembali setelah tim gabungan TNI/Polri dan TRC Dinas PU Provinsi mengerahkan alat berat ke lokasi untuk pembersihan material.
Selain di ruas jalan tersebut, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Banjar Dinas Tingkad Batu, Desa Jehem. Sebuah pohon durian tumbang menimpa bangunan kamar mandi milik I Wayan Suara sekitar pukul 09.00 WITA. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Estimasi kerugian materiil hingga kini masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.
Longsor dan pohon tumbang juga terjadi di ruas jalan utama Bangli-Kintamani, tepat di bawah Pura Brahmana Bukit, Kelurahan Cempaga. Petugas Polsek Bangli sempat memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurai kepadatan sembari menunggu alat berat loader dari Dinas PU Provinsi yang digeser dari lokasi Jehem.
Sehari sebelumnya, pada Selasa (20/1) sore, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Persiapan Lumbuan, Susut menimpa kandang sapi dan babi milik I Wayan Muliada (41). Kasi Humas polres Bangli Iptu Ketut Ratwijaya mengatakan kejadian itu mengakibatkan satu ekor sapi dan babi milik Muliada mati. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian belasan juta rupiah. “Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Susut guna penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Terkait beberapa kejadian bencana tersebut, Kepala pelaksana BPBD Damkar kabupaten Bangli I Wayan Wardana kembali mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi serta dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, sambaran/kilatan petir. Masyarakat diimbau senantiasa mengikuti himbauan Pemerintah (BMKG, BNPB, BPBD).
“Oleh BMKG situasi ini diprediksi masih akan berlangsung sampai besok dan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi masih terjadi dalam sepekan kedepan,” kata Wardana. (Dayu Swasrina/balipost)










