Kondisi akses jalan yang tertimbun material tanah longsor dan bambu tumbang. (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Tanah longsor disertai pohon tumbang menimbun akses jalan di Banjar Tiga menuju Banjar Temaga, Desa Tiga, Susut, Minggu malam (12/12). Akibatnya jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan.

Perbekel Desa Tiga I Putu Merta Utama mengatakan longsor disertai pohon bambu tumbang di Banjar Tiga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pada Minggu (12/12). Longsor terjadi pada malam hari. Tidak ada warga yang jadi korban dalam kejadian itu. Namun longsor menyebabkan akses jalan tak bisa dilalui kendaraan sama sekali hingga Senin (13/12). “Karena tidak bisa dilalui kendaraan, warga yang mau ke pusat ekonomi Pasar Kayuambua terpaksa harus memutar balik. Ada lewat Penyebeh ada lewat Temaga. Jaraknya lebih jauh kalau muter bisa sampai 20 menitan,” ungkap Merta Utama.

Baca juga:  Tim Yustisi Temukan Produksi Cincau Tidak Sehat

Untuk menangani material longsor dan pohon tumbang, pihaknya meminta bantuan Pemkab Kabupaten untuk menurunkan alat berat. Penanganan baru selesai dilakukan Senin siang. “Sekarang sudah bersih. Sudah bisa dilalui,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena kondisi jalan yang tertimbun longsor itu sempit, pihaknya meminta Pemkab Kabupaten agar menambah lebar jalan dengan melakukan rabat beton di kedua sisi bahu jalan. Sebab dengan kondisi jalan yang sempit menyebabkan kendaraan sulit saat berpapasan. Kata Merta Utama jalan yang diusulkannya tersebut statusnya jalan kabupaten dengan lebar tiga meter. “Saya harapkan Pemkab dapat menambah rabat beton masing-masing setengah meter di pinggir aspalnya. Karena jalan itu banyak dilalui kendaraan besar seperti truk,” imbuhnya.

Baca juga:  Pohon Tumbang, Jalur Singaraja – Bangli Sempat "Lumpuh" 30 Menit

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Ketut Gde Wiredana mengatakan pihaknya telah menurunkan petugasnya untuk melakukan penanganan di lokasi. Penanganan juga dilakukan melibatkan alat berat milik Dinas PU. “Tadi petugas kami potong-potong bambunya. Karena bungkil bambunya berat, penangananya tadi pakai alat berat,” kata Wiredana. (Dayu Rina/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *