
BANGLI, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang akhir-akhir ini meningkatkan risiko pohon tumbang. Desa Sukawana, Kintamani sebagai salah satu wilayah yang rawan pohon tumbang sangat membutuhkan bantuan peralatan gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan darurat.
Perbekel Desa Sukawana, I Wayan Mister, mengungkapkan setiap memasuki musim hujan pada sasih kaulu, akses jalan di desanya kerap tertutup pohon tumbang. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan dan menghambat mobilitas warga, terutama dalam situasi darurat medis.
Selama ini penanganan pohon tumbang di lapangan masih terkendala minimnya peralatan. Wayan Mister mengaku pihaknya sangat membutuhkan bantuan peralatan gergaji mesin untuk penanganan darurat minimal dua unit.
Pemerintah Desa Sukawana sebenarnya telah berupaya menganggarkan pengadaan alat tersebut. Namun, rencana itu tidak bisa terlaksana akibat adanya pemotongan Dana Desa (DD) dan ADD. Di sisi lain, usulan yang diajukan ke BPBD Bangli hingga kini belum membuahkan hasil. “Masyarakat kami sudah siap tenaga dan bisa mengoperasikan alat,” ujarnya.
Saat ini, pihak desa hanya bisa melakukan langkah antisipasi mandiri dengan memangkas pohon lapuk secara bertahap sambil mengimbau warga untuk terus waspada. (Dayu Swasrina/balipost)










