Para petani saat menyemprotkan pestisida untuk mengatasi hama. (BP/Dokumen)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Cuaca buruk dalam sepekan terakhir berimbas pada tanaman padi di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Klungkung. Seperti di areal pertanian Subak Dlod Getakan, hektaran tanaman padi rusak parah. Selain dipengaruhi cuaca, kerusakan tanaman padi ini juga sebagian besar diakibatkan oleh serangan hama wereng dan jamur.

Tanaman padi di areal subak setempat rata-rata baru berusia 20 sampai 42 hari. Pada fase ini, tanaman padi diakui para petani setempat memang rentan terserang hama wereng dan penggerek batang. Hama yang populer disebut penyakit blas ini, langsung merusak tanaman. Ini bisa berimbas gagal panen bagi petani setempat. Menurut petani setempat I Wayan Putu Yasa, situasi ini sudah terjadi sejak 20 hari terakhir. Lahannya terserang jenis hama wereng ijo. Akibatnya, tanaman memerah dan dipastikan gagal panen jika tidak segera mendapat penanganan.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Petani Merugi

“Terserang hama, pertumbuhannya jadi kurang. Sepertinya kena serangan blas, kalo yang sudah kuning di sebelahnya kena tungro. Dari umur 20 hari kena serangan hama, karena tidak dicabut, jadinya menyebar. Ini akibat serangan wereng ijo,” kata Yasa, Klian Subak Dlod Getakan ini, Senin (13/6).

Menyikapi situasi ini, Petugas Penyuluh Pertanian setempat melakukan berbagai upaya penanganan agar hama tidak menyebar, utamanya wereng ijo. Salah satunya melakukan penyemprotan secara masal pada lahan pertanian yang terserang hama maupun lahan yang masih belum terserang hama. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, mengatakan merebaknya berbagai jenis hama dalam dua pekan terakhir ini, dipengaruhi oleh cuaca buruk.

Baca juga:  Soal Harga Tanah untuk Bangun Pusat Kebudayaan Bali, Ini Kata Gubernur Koster

Belakangan, hujan lebat disertai angin kencang membuat tanaman lembab. Ini mengakibatkan penyebaran penyakit melalui berbagai jenis hama semakin cepat. Sehingga upaya penanganan dilakukan secara cepat dengan penyemprotan pada semua lahan pertanian warga, utamanya yang kondisinya paling parah. Sehingga lahan yang belum terserang hama bisa diselamatkan dan kerugian petani tidak terlalu banyak.

“Ada peningkatan hama karena terjadi hujan masif saat ini. Serangan blas, jamur pada tanaman, kelembaban tinggi, membuat tingkat serangan meningkat. Serangan terparah baru disini saja, kurang dari 10 persen dari total areal padi di Klungkung. Ini masih terbilang normal. Mumpung sedikit bisa ditanggulangi, untuk menutup kemungkinan menyebar,” kata I.B Juanida.

Baca juga:  Diprediksi, Cuaca September Masih Kering

Dia menambahkan, para petani juga diharapkan ikut berupaya melakukan penanggulangan sendiri, baik dengan pestisida dan juga obat tradisional lainnya. Agar hama tidak menyebar ke lahan pertanian lain dan segera melapor, apalagi serangan hama kian tak terkendali. (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *